Pemerintah gratiskan tarif tol Seksi Pakis-Malang selama darurat Covid-19

Kamis, 9 April 2020 | 17:55 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, penerapan tarif tol untuk Pandaan-Malang, khususnya seksi V Pakis-Malang, akan menunggu hingga penyebaran virus corona (Covid-19 berakhir.

Ini artinya, jalan tol yang dioperasikan sejak 7 April 2020 lalu tak dipungut biaya alias gratis.

"Ruas tol Pandaan-Malang segmen Pakis-Malang dioperasikan mulai 7 April 2020. Sementara pemberlakuan tarif menunggu waktu yang tepat hingga situasi kondusif, di mana wabah Covid-19 (virus corona) telah dinyatakan berakhir oleh pemerintah," ungkap Basuki, seperti dikutip Antara, Kamis (9/4/2020).

Secara keseluruhan ruas Pakis-Malang terbentang sepanjang 38,48 km. Rinciannya, seksi I Pandaan-Purwodadi sepanjang 15,4 km, seksi II Purwodadi-Lawang sepanjang 8 km, dan seksi III Lawang-Singosari sepanjang 7,1 km.

Selanjutnya seksi IV Singosari-Pakis sepanjang 4,7 km. Kemudian, seksi V Pakis-Malang sepanjang 3,1 km.

Basuki memaparkan, seksi I sampai III telah dioperasikan sejak 13 Mei 2019 lalu. Lalu, seksi IV mulai dioperasikan pada 1 November 2019.

"Dengan rampungnya seluruh seksi, maka ruas Pandaan-Malang telah beroperasi secara penuh dan dapat langsung menjangkau pusat kota Malang," jelas Basuki.

Jalan tol Pandaan-Malang dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM). Mayoritas atau sebanyak 60 persen saham badan usaha itu digenggam oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Kemudian, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk memiliki 35 persen di Jasamarga Pandaan Malang. Sisanya, sebesar 5 persen digenggam oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Total biaya investasi pembangunan tol Pandaan-Malang tercatat sebesar Rp5,9 triliun. Sementara, nilai konstruksinya sendiri sebesar Rp3,7 triliun.

Basuki berharap tol Pandaan-Malang bisa mempercepat perjalanan dari Surabaya menuju Malang dan sekitarnya. Menurutnya, lama perjalanan Surabaya ke Malang pada jam padat bisa menghabiskan waktu sekitar empat jam sampai enam jam.

"Dengan keberadaan jalan tol ini, waktunya tempuhnya bisa berkurang menjadi dua hingga tiga jam," pungkas Basuki. kbc10

Bagikan artikel ini: