Birokrasi dan lockdown bikin BULOG kesulitan impor daging kerbau

Jum'at, 10 April 2020 | 09:52 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perum BULOG mengaku kesulitan merealisasikan penugasan pemerintah yakni mengimpor daging kerbau asal India.Hal ini disebabkan rencana pemasukan tersebut terkendala izin yang terlambat terbit dan kondisi terkini dari negara pemasok di tengah merebaknya wabah corona atau Covid-19.

Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso menjelaskan  permohononan impor 20.000 ton daging kerbau sejatinya telah diajukan pihaknya ke Kementerian Perdagangan sejak Januari lalu. Importasi tersebut merupakan bagian dari penugasan kepada BULOG dan telah disepakati oleh pemangku kebijakan usai rapat koordinasi terbatas tinkat Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian.

Kendati demikian, Budi menyatakan pihaknya tak kunjung menerima izin. Lampu hijau sendiri baru diberikan Kementerian Perdagangan usai wabah Covid-19 meluas ke berbagai negara dan mendisrupsi perdagangan lewat kebijakan karantina wilayah atau lockdown seperti yang diberlakukan di India.

“Izin diberikan setelah wabah Covid-19 muncul. Begitu wabah muncul, India memutuskan lockdown, jadi sulit [untuk impor],” ujar Buwas begitu biasa disapa dalam Raker dengan Komisi IV DPR RI secara virtual di Jakarta, Kamis (9/4/2020).

BULOG sejatinya memiliki stok daging kerbau di Malaysia. Meski tak memperinci berapa volumenya, Buwas mengatakan stok daging tersebut tidak dapat dikirim ke Indonesia maupun diambil langsung lantaran pemberlakuan lockdown di Negeri Jiran.

Menyusul kondisi ini, Buwas pun tak dapat  memastikan apakah pihaknya dapat melanjutkan importasi daging kerbau. Dia pun mengakui  proses birokrasi dalam pengadaan pangan amat sulit. Hal itu dinilainya menjadi salah satu faktor yang membuat Bulog membutuhkan waktu lama untuk mengantisipasi ketersediaan pangan.

Adapun untuk tahun ini, BULOG tercatat menerima penugasan importasi daging kerbau asal India sebesar 100.000 ton. Di sisi lain, Kementerian Perdagangan menyebutkan total alokasi penugasan impor daging kerbau pada tahun ini berjumlah 170.000 yang diberikan kepada BUMN.

Padahal sebelumnya, BULOG memperkirakan impor 20.000 ton daging kerbau akan masuk Indonesia bulan Maret atau April 2020. Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan pihaknya telah melakukan tender dengan penyuplai daging asal India. Impor 20.000 ton daging kerbau ini merupakan bagian dari penugasan impor 100.000 ton daging kerbau tahun ini.

Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat kebutuhan daging sapi dan kerbau diperkirakan sekitar 376.035 ton. Sementara, ketersediaannya mencapai 517.872 ton, dengan 290.000 ton di antaranya berasal dari impor. Kbc11

Bagikan artikel ini: