KAI Daop 8 Surabaya kembali batalkan 5 KA jarak jauh arah Jakarta

Jum'at, 10 April 2020 | 14:49 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya kembali melakukan penyesuaian jadwal operasional KA dari dan menuju DKI Jakarta. Kebijakan ini seiring dengan mulai diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta pada hari ini, Jumat (10/4/2020) serta akibat penurunan jumlah penumpang yang sangat signifikan. 

Kali ini PT KAI Daop 8 Surabaya membatalkan atau tidak mengoperasikan 5 KA Jarak Jauh ke arah Jakartan terhitung mulai tanggal 10  hingga 23 April 2020, sehingga total jumlah KA yang tidak beroperasi pada bulan April 2020 di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya berjumlah 27 KA.  Dan total perjalanan KA Jarak Menengah/Jauh di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya yang masih beroperasi  di bulan April 2020 hanya berjumlah 14 KA. 

“Pembatalan KA-KA tujuan Jakarta  tersebut menyesuaikan dengan pembatasan jam operasi transportasi umum di DKI Jakarta pada masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yaitu dari pukul 06.00 WIB s.d 18.00 WIB. Di samping itu, pembatalan juga mempertimbangkan penurunan okupansi dari KA yang sebelumnya dioperasikan,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto di Surabaya, Jumat (10/4/2020).

Terdapat 2 perjalanan KA yang masih dijalankan ke arah Jakarta pada masa PSBB tersebut yaitu KA Kertajaya relasi Surabaya Pasarturi – Pasarsenen Jakarta/ PP dan KA Bima relasi Surabaya Gubeng – Gambir Jakarta/ PP, dimana KA-KA tersebut memiliki jadwal kedatangan dan keberangkatan di wilayah DKI Jakarta sesuai dengan jam operasi Transportasi Umum yang telah ditetapkan.

 "KA yang berjalan tetap kami jual hanya 50 persen dari kapasitas tempat duduk. Hal ini bertujuan untuk pembatasan sosial atau physical distancing antar penumpang di atas kereta," jelas Suprapto.

Penurunan Jumlah penumpang di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya tersebut dapat terlihat dari jumlah penumpang pada tanggal 1 Maret 2020 dengan jumlah penumpang yang naik sebanyak 40.148 orang per hari dan jumlah penumpang yang turun 40.662 orang per hari. Pada tanggal 8 April 2020, jumlahnya menurun dratis dimana jumlah penumpang yang naik hanya mencapai angka 4.699 orang/hari dan penumpang yang turun dengan jumlah 4.816 orang per hari. 

Pembatalan 27 KA tersebut merupakan program pembatalan yang terbagi menjadi 6 tahap. Tahap pertama sebanyak 4 KA, tahap Kedua sebanyak 5 KA, tahap ketiga sebanyak 5 KA, tahap keempat sebanyak 6 KA, tahap kelima sebanyak 2 KA dan tahap keenam sebanyak 5 KA.

Pada hari biasa, total ada sebanyak 41 perjalanan KA jarak menengah/jauh (33 KA pemberangkatan awal dari Daop 8 Surabaya + 8 KA perjalanannya melintas di Daop 8 Surabaya), maka di bulan April 2020 jumlah perjalanan yang masih beroperasi hanya sebanyak 14 perjalanan KA jarak Menengah/Jauh (8  KA pemberangkatan awal dari Daop 8 Surabaya + 6 KA perjalanannya melintas di Daop 8 Surabaya) atau 35 persen dari kondisi normal.

Sementara untuk perjalanan KA Lokal, masih tetap beroperasi sebanyak 46 perjalanan KA per harinya (hanya mengalami penurunan daya maksimal kapasitas okupansi dari 150 persen menjadi 50 persen).

Akibat dari kebijakan pengurangan daya kapasitas angkut KA Penumpang tersebut, selain penurunan jumlah penumpang yang sangat signifikan, pengurangan daya angkut KA penumpang ini menyebabkan jumlah pembatalan  tiket KA oleh masyarakat semakin meningkat. Tercatat di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya dalam  periode 1 hingga 9 April  2020 ada 12.862  tiket yang dibatalkan oleh para penumpang.

“Kami berharap agar masyarakat Jawa Timur mematuhi semua arahan dari Pemerintah dalam hal penanganan pencegahan penyebaran Covid–19 ini. Bagi para penumpang KA, terhitung 12 April 2020 diwajibkan memakai masker atau kain penutup hidung dan mulut ketika berada di stasiun dan di atas KA. Bagi masyarakat yang ingin memesan, membatalkan atau merubah jadwal tiket KA agar menggunakan fasilitas layanan online tiket di aplikasi KAI ACCESS agar tidak perlu ke luar rumah,” pungkas Suprapto.kbc6

Bagikan artikel ini: