Petrokimia Gresik dukung petani di tengah pandemi Covid-19

Minggu, 12 April 2020 | 15:17 WIB ET

JEMBER - PT Petrokimia Gresik menggelar panen padi dengan produktivitas mencapai enam ton per hektar di Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Rabu (8/4) dan Desa Sidokerto, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Kamis (9/4).

 Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi menyatakan, hasil panen ini satu ton lebih banyak dari rata-rata kebiasaan petani setempat yang mencapai lima ton per hektar.

Selain panen padi, dalam kesempatan ini perusahaan juga memberikan sosialisasi serta bantuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 kepada petani, pengelola kios resmi dan gudang penyangga, serta bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk rumah sakit setempat.

“Sosialisasi dan bantuan ini menjadi sangat penting karena Kabupaten Jember dan Ngawi merupakan lumbung beras nasional yang menopang ketahanan pangan nasional,” ujar Rahmad.

Kegiatan ini, lanjut Rahmad, adalah arahan dari Menteri BUMN Erick Thohir yang menginstruksikan agar BUMN bidang pangan selalu mempertahankan ketersediaan stok pangan dan bahan pokok, serta menjaga penyalurannya selama pandemi Covid-19.

Rahmad juga menyebutkan bahwa panen padi ini adalah salah satu bukti bahwa upaya pemenuhan stok pangan nasional, khususnya beras, tetap berjalan meskipun Indonesia tengah menghadapi wabah penyakit.

“Melalui kegiatan ini, kami mencoba untuk melindungi sekaligus memperkuat optimisme para petani. Untuk itu, masyarakat tidak perlu khawatir atas ketersediaan pangan nasional, ujar Rahmad.

Adapun varietas padi yang dipanen adalah jenis Padi Inpari 32 dengan dosis pemupukan berimbang rekomendasi Petrokimia Gresik, yaitu pemupukan yang memadukan aplikasi pupuk organik dan anorganik. 

Pemupukan berimbang ini sangat penting, karena masing-masing memiliki perannya. Pupuk organik untuk memperbaiki kondisi tanah dan pupuk anorganik untuk pemenuhan unsur hara tanah, ujar Rahmad.

Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Petani

Sebagai koordinator Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Covid-19 BUMN di Jawa Timur, Petrokimia Gresik memiliki sejumlah program untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Selain mendirikan tiga posko, bantuan alat kesehatan, dan sembako bagi masyarakat sekitar perusahaan, Petrokimia Gresik juga memperhatikan keselamatan dan kesehatan petani.

Rahmad menyebutkan bahwa upaya pencegahan Covid-19 di sektor hulu pertanian sangat penting. Pertama, dengan memberikan sosialisasi kepada petani, baik tentang bahaya maupun upaya pencegahan Covid-19.

“Kedua, kami juga memberikan bantuan kepada petani, berupa hand sanitizer, disinfektan, masker, pompa air, traktor mini (cultivator), dan hand sprayer, ujar Rahmad.

Selain petani, lanjut Rahmad, Petrokimia Gresik juga memberikan bantuan kepada kios resmi dalam bentuk hand sanitizer, disinfektan, masker dan hand sprayer. Kemudian melakukan penyemprotan disinfektan di kios resmi, gudang penyangga, hingga armada transportasi pupuk di Kecamatan Arjasa, Jember dan Kecamatan Karangjati, Ngawi. 

“Serta bantuan APD yaitu masker, sarung tangan, baju pelindung, sepatu, pelindung wajah dan hand sanitizer, untuk rumah sakit setempat,” jelas Rahmad.

Semenara itu Bupati Jember, Faida, menyampaikan bahwa Pemkab Jember sangat mengapresiasi upaya Kementerian BUMN melalui Petrokimia Gresik yang telah berperan dalam melindungi masyarakat maupun tenaga medis di tengah pandemi ini.

Terlebih saat ini mendapat APD untuk tenaga medis sangatlah sulit, kami merasa terbantu dengan bantuan yang diberikan Kementerian BUMN melalui Petrokimia Gresik. Terima kasih Petrokimia Gresik, terima kasih Kementerian BUMN, ungkap Faida.

Hal senada juga disampaikan Bupati Ngawi, Budi Sulistyono. Ia berharap ke depan kerja sama antara Pemkab Ngawi dan Petrokimia Gresik akan tetap berjalan, khususnya di bidang pertanian.

Enam puluh persen wilayah kami adalah pertanian, dan Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada kendala baik dari stok pupuk maupun harga di tengah pandemi Covid-19. Terima kasih Kementerian BUMN dan Petrokimia Gresik, ujar Budi.

Rahmad berharap upaya tersebut dapat meningkatkan semangat dan optimisme petani, sekaligus membantu pemerintah daerah maupun provinsi dalam menekan laju penularan Covid-19, khususnya di sektor pertanian. 

Terakhir, Rahmad mengajak kepada seluruh petani di Indonesia agar tetap waspada dan mengutamakan kesehatan dan keselamatan dalam bekerja di tengah wabah Covid-19, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar.

“Jika kesehatan dan keselamatan petani terjamin, maka kegiatan pertanian dapat berjalan lancar, sehingga ketersediaan pangan nasional dapat tetap terpenuhi,” tutup Rahmad. kbc1

Bagikan artikel ini: