Pertengahan tahun ini, Huawei P40 dan P40 Pro Plus masuk pasar RI

Senin, 13 April 2020 | 20:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Akhir pekan lalu Huawei resmi merilis ponsel terbarunya, P40 Pro untuk pasar Indonesia. Perangkat ini merupakan salah satu dari trio ponsel anyar Huawei. Dua lainnya adalah P40 dan P40 Pro Plus.

Ada banyak pertimbangan Huawei untuk memasarkan P40 Pro terlebih dahulu di Tanah Air. Alasannya, ponsel ini dipandang sudah menawarkan spesifikasi yang kompetitif dibanding para pesaingnya di pasaran.

Deputy Country Director Huawei CBG Indonesia Lo Khing Seng mengatakan P40 dan P40 Pro Plus akan menyusul hadir di Indonesia pada sekitar pertengahan 2020. 

"P40 Pro plus nanti akan menawarkan terobosan lain. Kami akan bawa keduanya di awal paruh kedua tahun ini," katanya usai acara peluncuran P40 Pro yang digelar secara online lewat live streaming.

P40 diposisikan di bawah P40 Pro dengan jumlah kamera yang lebih sedikit, yakni tiga di belakang dan dua di depan. Sementara, P40 Pro Plus merupakan versi di atas P40 Pro dengan spesifikasi lebih tinggi dan jumlah kamera lebih banyak (5 di belakang, 2 di depan).

P40 Pro Plus menawarkan kamera dengan lensa telephoto periskop optical zoom 10x yang tak ada di P40 dan P40 Pro. Ketiga ponsel sama-sama dibekali kamera utama (belakang) beresolusi 50 MP, chip Kirin 990, dan OS Android 10.

Siapkan jajaran laptop dan tablet

Di samping ponsel, Huawei juga menyiapkan sejumlah perangkat dari kategori lain untuk segera dipasarkan di Indonesia, yakni tablet Matepad Pro, laptop Matebook X pro dan Matebook D14, hingga arloji pintar Watch GT 2E.

Huawei awalnya hendak meluncurkan jajaran tablet dan laptop tersebut tahun lalu, namun niatnya tertunda karena lisensi sistem operasi Windows dari Microsoft baru disetujui pada Desember 2019. Masih belum diungkap kapan produk-produk ini akan hadir.

Bagaimana dengan kebijakan harga, mengingat nilai tukar rupiah yang belakangan melemah terhadap dollar AS? Khing Seng mengatakan pihak Huawei Indonesia berusaha menjaga banderol produk agar tetap sama dengan harga peluncuran.

"Jika dalam dua bulan ke depan tidak ada perubahan yang terlalu ekstrim, maka kami akan mempertahankan harga seperti sekarang," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: