Realisasi penyaluran FLPP capai 31.833 unit rumah

Selasa, 14 April 2020 | 21:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat per Selasa (14/4/2020) hari ini realisasi penyaluran dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan tercatat 31.833 rumah dengan nilai Rp 3,20 triliun.

Dari nilai tersebut, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) mencatat 14.580 unit dengan nilai Rp 1,46 triliun merupakan realisasi dana talangan yang sudah dilaksanakan pada akhir 2019 dan dibayarkan pada 31 Maret 2020. Adapun, total penyaluran dana kredit pemilikan rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk masyarakat berpenghasilan rendah dari 2010 hingga per 13 April 2020 tercatat 687.030  rumah dengan nilai transaksi Rp 47,52 triliun.

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan angka penyaluran FLPP terhadap debitur tetap tinggi dengan rata-rata 500 per hari meskipun pihaknya menerapkan skema bekerja dari rumah menyusul mewabahnya virus corona jenis baru atau Covid-19. "Kami sempat mencapai angka tertinggi hingga 1.000 debitur dan itu sampai dua kali," ujar Arief melalui keterangan di Jakarta, Selasa (14/4/2020).

Sementara itu, PPDPP juga mencatat bahwa Bank Jawa Barat dan Banten merupakan bank pembangunan daerah pertama yang berhasil menembus 1.000 rumah dalam penyaluran FLPP dengan realisasi sebanyak 1.066 unit. Adapun, secara umum bank yang masih tinggi dalam menyalurkan FLPP adalah ban BTN sebanyak 19.991 unit, Bank BNI 2.632 unit, BTN Syariah 2.484 unit, dan bank BRI Syariah 1.127 unit.

"Kami terus mendorong dan memberikan perhatian yang tinggi kepada BPD akan terus meningkatkan perannya dalam menyalurkan dana FLPP," tuturnya.

Di sisi lain, PPDP juga mencatat Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) yang diluncurkan pada 19 Desember 2019, per hari ini telah diakses 132.112 user, 26.901 calon debitur belum lolos subsidi checking, 45.848 calon debitur telah dinyatakan lolos subsidi checking, sedangkan 39.039 calon debitur masih dalam proses verifikasi di perbankan.kbc11

Bagikan artikel ini: