Mulai 1 Mei 2020, bunga kartu kredit dipangkas

Selasa, 14 April 2020 | 21:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Selain mempertahankan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4,5%, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 13 April-14 April 2020 juga memutuskan untuk melonggarkan kebijakan kartu kredit. Tentunya ini jadi kabar menggembirakan bagi pemegang kartu kredit di tengah pandemi virus corona alias Covid-19

BI memutuskan untuk menurunkan batas maksimum suku bunga kartu kredit, nilai pembayaran minimum kartu kredit, dan besaran denda keterlambatan pembayaran kartu kredit.

Sebelumnya, batas maksimum suku bunga kartu kredit dipatok sebesar 2,25% per bulan. Namun mulai 1 Mei 2020, batas maksimum suku bunga kartu kredit diturunkan menjadi 2% per bulan. 

BI juga menurunkan untuk sementara nilai pembayaran minimum kartu kredit. Jika sebelumnya nilai pembayaran minimum kartu kredit ditetapkan sebesar 10% dari total tagihan kartu kredit, mulai 1 Mei 2020, nilai pembayaran minimum kartu kredit turun menjadi 5% dari total tagihan. Kebijakan ini berlaku hingga 31 Desember 2020. 

Selain itu, BI juga menurunkan besaran denda keterlambatan pembayaran kartu kredit. Sebelumnya, denda keterlambatan pembayaran kartu kredit ditetapkan sebesar 3% dari tagihan kartu kredit atau maksimal sebesar Rp 150.000. 

Mulai 1 Mei 2020, besaran denda keterlambatan pembayaran kartu kredit diturunkan menjadi 1% dari total tagihan atau maksimal Rp 100.000. Kebijakan ini juga berlaku sementara hingga 31 Desember 2020. 

Terakhir, BI mendukung kebijakan penerbit kartu kredit untuk memperpanjang jangka waktu pembayaran bagi nasabah yang terdampak virus corona atau Covid-19. 

Mekanisme perpanjangan jangka waktu pembayaran ini menjadi diskresi masing-masing penerbit kartu kredit. Kebijakan ini berlaku mulai 1 Mei 2020 hingga 31 Desember 2020. kbc10

Bagikan artikel ini: