Terimbas Covid-19, warga miskin diramal bertambah 3,78 juta dan pengangguran 5,23 juta orang

Rabu, 15 April 2020 | 11:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Tak hanya berdampak ke sektor perekonomian, pandemi virus corona atau Covid-19 bakal berdampak pula pada bidang sosial dan pembangunan Indonesia.

"Akan ada tambahan 1,1 juta orang miskin akibat wabah corona," ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam video konferensi usai rapat kabinet paripurna, Selasa (14/4/2020).

Dalam skenario yang lebih berat, lanjut Sri Mulyani, akan ada tambahan 3,78 juta orang miskin di Indonesia.

"Dalam skenario berat kita perkirakan bisa ada kenaikan 2,9 juta orang pengangguran baru. Dalam skenario lebih berat bisa sampai 5,2 juta," kata Sri Mulyani.

Sebelumnya, Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah sudah membuat skenario indikator utama ekonomi makro tahun ini, yang terimbas wabah corona.

Pertumbuhan ekonomi dengan prediksi berat hanya tumbuh 2,35 persen pada tahun ini. Tapi dalam skenario sangat berat ekonomi Indonesia 2020 bisa negatif -0,4 persen.

"Untuk PDB saat ini kita estimasikan dalam kondisi berat dan sangat berat. Sebelumnya baseline kita 5,3 peesen tahun ini akan tekanan sampai ke level 2,3 persen. Bahkan dalam situasi sangat berat mungkin bisa sampai negatif growth - 0,4. Ini pasti pengaruh ke dampak sosial ekonomi kita," ujarnya.

Tak hanya warga miskin, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto juga menyebut, pandemi Covid-19 akan mendongkrak tingkat pengangguran terbuka (TPT).

Dia memperkirakan, dalam skenario berat potensi pengangguran akan bertambah 2,92 juta orang, dan sangat berat bisa mencapai 5,23 juta jiwa.

"Ini mencerminkan bahwa tingkat pengangguran terbuka berdasar perencanaan yang sudah turun ke 5,18 persen naik 7,33 persen," kata Menko Airlangga di Jakarta, Selasa (14/4/2020).

Dia menyebut indikator perhitungan skenario tersebut berdasarkan perkiraan pertumbuhan ekonomi yang juga bakal terkoreksi. Di mana dari target pemerintah sebesar 5,3 dalam APBN 2020, pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya berada di 2,3 persen.

"Sama halnya dengan dunia dan negara lain ancaman Covid-19 pada perekonomian Indonesia sangat signifikan," kata dia.

Untuk menekan angka pengangguran terbuka, pemerintah sudah mengeluarkan program kartu prakerja. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang terdampak langsung baik tenaga kerja informal maupun nonformal.

"Di mana kartu prakerja diharapkan secondline of defense yang semula jaring pengaman untuk mereka yang ingin cari pekerjaan, atas arahan presiden, dikonversi jadi jaringan pengaman untuk kehilangan pekerjaan atau pengangguran," tandas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: