BNI Serahkan Bantuan 300 Paket APD kepada 6 Rumah Sakit di Jawa Timur

Rabu, 15 April 2020 | 17:36 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Bank Negara Indonesia (BNI) Wilayah Surabaya memberikan bantuan berupa 300 paket Alat Pelindung Diri (APD) kepada enam rumah sakit (RS) daerah di Jawa Timur. Paket APD tersebut terdiri atas masing-masing 50 paket Face Shield, sarung tangan latex, sepatu booth, dan pakaian hazmat yang diserahkan ke enam rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Jawa Timur.

Penyerahan bantuan tersebut diawali oleh BNI Kantor Cabang Sidoarjo pada tanggal 11 April 2020 di RSUD Sidoarjo yang diserahkan oleh Pemimpin Cabang BNI Sidoarjo kepada Direktur RSUD Sidoarjo. Selanjutnya pada tanggal 14 April 2020 secara serentak segenap Pemimpin Cabang BNI di masing-masing daerah menyerahkan bantuan paket APD kepada perwakilan RS Soekandar Mojokerto, RSUD Jombang, RSUD Koesna Tuban, RS H Slamet Mertodirjo Pamekasan dan RS Petro Graha Medika Gresik di daerah masing-masing oleh Pemimpin Cabang BNI di Kota tersebut.

BNI Wilayah Surabaya memilih daerah tersebut dikarenakan sesuai dengan daftar RS rujukan dari pemerintah Provinsi Jawa Timur, sehingga bantuan paket APD tersebut dapat benar-benar tersalurkan dengan baik kepada RS yang membutuhkan peralatan medis dalam rangka penanganan pencegahan penyebaran wabah Covid 19.

Bantuan kepada rumah sakit adalah bentuk dukungan kepada para tenaga medis sebagai garda terdepan memberantas pandemi ini, untuk bersama-sama melawan penyebaran Covid-19.

"Bantuan ini diharapkan menjadi semangat dan membantu para tenaga medis agar terhindar dari covid-19, karena mereka memang langsung bersinggungan dengan pasien positif penyakit yang belum ditemukan antivirusnya," demikian keterangan pers BNI.

Dalam kondisi saat ini, BNI tetap beroperasi untuk memberikan pelayanan jasa keuangan kepada masyarakat. Adapun dalam upaya pencegahan COVID19, BNI juga turut menerapkan work from home (WFH) untuk beberapa pegawai, Split Operation, Shifting Operation dan melakukan pembatasan operasional kantor seperti menutup 54 Kantor Layanan yang mana dirasa berkaitan langsung dengan pusat perbelanjaan ataupun transportasi umum.

Sedangkan untuk 98 Kantor yang masih beroperasional masih tetap beroperasi dengan beberapa prosedur yang harus dijalani diantaranya pemeriksaan kondisi fisik sebelum bekerja, penggunaan masker dan sarung tangan, penyemprotan disinfektan secara rutin serta penambahan sarana cuci tangan, hand sanitizer dan informasi terkait social/physical distancing di segenap Kantor Layanan BNI dan gallery ATM agar nasabah yang bertransaksi tetap merasakan kenyamanan dan operasional berjalan dengan lancar. kbc9

Bagikan artikel ini: