Tak terdampak Covid-19, ekspor nonmigas Jatim masih melaju 1,90%

Rabu, 15 April 2020 | 22:01 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Merebaknya Pandemi Corona Virus atau Covid-19di seluru dunia ternyata belum berdampak negatif terhadap kinerja ekspor non migas Jawa Timur. Bahkan nilai ekspor non migas Jatim pada bulan Maret 2020 justru mengalami kenaikan sebesar 1,90 persen dibanding bulan sebelumnya. 

"Apabila dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor sektor nonmigas naik sebesar 1,90 persen, yaitu dari US$ 1,91 miliar menjadi US$ 1,94 miliar. Nilai ekspor sektor nonmigas tersebut menyumbang sebesar 97,86 persen dari total ekspor bulan ini. Sementara jika dibandingkan Maret 2019, nilai ekspor sektor nonmigas juga mengalami peningkatan sebesar 12,21 persen," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan di Surabaya, Rabu (15/4/2020).

Jika dilihat dari jenis komoditasnya, komoditas ekspor utama Jatim adalah  Perhiasan/Permata dengan nilai transaksi sebesar US$ 586,84 juta. Nilai tersebut turun 7,92 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai US$ 637,33 juta.

"Perhiasan/Permata berkontribusi sebesar 30,21 persen pada total ekspor nonmigas Jawa Timur bulan ini. Golongan komoditas ini paling banyak diekspor ke Singapura dengan nilai US$ 222,11 juta," ujarnya.

Peringkat kedua yang terbanyak diekspor Jawa Timur adalah Kayu, Barang dari Kayu yang menyumbang nilai ekspor sebesar US$ 125,44 juta, atau naik sebesar 9,65 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Golongan barang ini menyumbang 6,46 persen dari total ekspor nonmigas dan utamanya dikirim ke Jepang dengan nilai US$ 27,66 juta.

Golongan barang peringkat ketiga adalah golongan Lemak dan Minyak Hewan/Nabati dengan nilai ekspor sebesar US$ 114,63 juta atau naik sebesar 19,84 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kelompok barang ini menyumbang 5,90 persen dari total ekspor nonmigas bulan ini dan utamanya diekspor ke Tiongkok senilai US$ 30,16 juta. 

"Peningkatan nilai ekspor nonmigas terbesar pada bulan Maret 2020 terjadi pada golongan barang Lemak dan minyak hewan/nabati yang naik sebesar US$ 18,98 juta menjadi US$ 114,63 juta di bulan Maret. Sementara penurunan nilai ekspor terbesar pada golongan barang Perhiasan/permata yang turun dari US$ 637,33 juta menjadi US$ 586,84 juta atau turun sebesar US$ 50,49 juta," jelas Dadang.

Jika dilihat menurut negara tujuan utama ekspor nonmigas, Singapura adalah negara tujuan utama eksporJawa Timur bulan Maret 2020, disusul ke Jepang dan Amerika Serikat. Selama bulan ini, ekspor nonmigas Jawa Timur ke Singapura mencapai US$ 258,92 juta. Sedangkan ekspor ke Jepang dan Amerika Serikat berturut-turut sebesar US$ 253,49 juta dan US$ 228,91 juta. 

Kawasan negara ASEAN masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Jawa Timur selama bulan Maret 2020, dengan peranan sebesar 23,78 persen. Singapura menjadi negara utama dengan peranan 13,33 persen dari total ekspor nonmigas Jawa Timur, diikuti Malaysia dengan peranan sebesar 3,68 persen. Ekspor nonmigas bulan ini ke kawasan ASEAN sebesar US$ 461,92 juta. 

Sementara itu ekspor nonmigas ke kelompok negara Uni Eropa menyumbang 6,11 persen atau dengan nilai US$ 118,67 juta. Ekspor ke kawasan ini, dominan ke Belanda sebesar US$ 30,90 juta dan diikuti ekspor ke Jerman sebesar US$ 22,53 juta.

Secara kumulatif selama Januari-Maret 2020, ekspor nonmigas ke kawasan negara ASEAN sebesar US$ 1.387,13 juta atau dengan peranan 24,73 persen. Singapura menjadi tujuan utama dengan nilai ekspor nonmigas mencapai US$ 757,33 juta (dengan peranan sebesar 13,50 persen). 

Ekspor nonmigas ke Uni Eropa pada periode tersebut mencapai US$ 385,97 juta dengan kontribusi sebesar 6,88 persen. Ekspor ke Belanda merupakan yang terbesar ke Uni Eropa selama Januari-Maret 2020 senilai US$ 103,82 juta, atau dengan peranan sebesar 1,85 persen.

Ekspor nonmigas negara utama lainnya selama periode ini, yang terbesar adalah ke Jepang dengan nilai US$ 780,65 juta atau dengan kontribusi sebesar 13,92 persen, disusul ke Amerika Serikat sebesar US$ 683,21 juta atau dengan peranan sebesar 12,18 persen dan ke Tiongkok sebesar US$ 527,99 juta atau dengan peranan sebesar 9,41 persen.kbc6

Bagikan artikel ini: