Pasar apartemen di Jakarta dan Surabaya lesu, terdampak Covid-19?

Jum'at, 17 April 2020 | 09:04 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pasar properti khususnya hunian vertikal alias apartemen mengalami kelesuan selama kuartal pertama 2020. Kondisi ini diperkirakan sebagai dampak pandemi virus corona atau Covid-19.

Konsultan properti Coldwell Banker Indonesia bahkan mencatat, permintaan terhadap apartemen di Jakarta terjun bebas hingga mencapai 70 persen dibandingkan dengan kuartal keempat 2019.

Associate Director Coldwell Banker Commercial, Dani Indra Bhatara mengatakan, angka tersebut merupakan hasil riset pasar apartemen di DKI Jakarta yang termasuk pusat bisnis. 

"Untuk DKI Jakarta, demand kuartal pertama 2020 turun hingga sekitar 70 persen dibandingkan kuartal empat 2019," ujar Dani, Kamis (16/4/2020).

Sementara itu, penurunan juga terjadi di Surabaya sebesar 60 persen dari kuartal sebelumnya. Penurunan cukup besar ini terjadi salah satunya karena dampak mewabahnya virus corona jenis baru atau Covid-19 yang turut memukul bisnis properti.

"Memang benar (penurunan anjlok) terutama sejak pertengahan Maret saat bekerja dari rumah sudah mulai diberlakukan, terjadi penurunan yang signifikan dari sisi penjualan. Pada bulan April juga keadaan tersebut masih berlanjut," kata Indra.

Dia mengatakan bahwa pada kondisi ini, beberapa pengembang masih dapat melakukan pemasaran hanya dalam jumlah terbatas dan tidak merata di seluruh proyek. Lagi pula, konsumen apartemen saat ini lebih didominasi oleh investor.

Dengan demikian, kata Dani, adanya sentimen Covid-19 yang masih mewabah di Tanah Air secara umum membuat investor mengambil sikap wait and see.

Selain itu, sebagian dari investor juga lebih memilih fokus menjaga bisnisnya di tengah terjangan virus corona. "Jika tidak terlalu terdampak, (investor) cenderung melihat perkembangan kasus dan kondisi ekonomi sebelum memutuskan untuk berinvestasi," ujarnya.

Dengan demikian, hal tersebut dinilai Dani membuat penjualan produk apartemen menurun cukup signifikan. Tak hanya itu, adanya anjuran jaga jarak fisik dan diam di rumah oleh pemerintah membuat calon pembeli banyak yang menunda transaksi hingga menunggu situasi lebih baik. kbc10

Bagikan artikel ini: