BI sebut pertumbuhan kredit baru melambat di kuartal I

Jum'at, 17 April 2020 | 09:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Survei Perbankan yang dirilis Bank Indonesia ( BI) menunjukkan pertumbuhan kredit baru mengalami perlambatan pada kuartal I/2020.

Melambatnya pertumbuhan kredit baru diindikasikan dari saldo bersih tertimbang (SBT) permintaan kredit baru pada kuartal I 2020 sebesar 23,7 persen.

Persentase itu lebih rendah dibandingkan dengan 70,6 persen pada kuartal sebelumnya (qtq). Begitupun dengan 57,8 persen pada kuartal I 2019 secara tahunan (year on year/yoy). 

"Berdasarkan jenis penggunaan, melambatnya pertumbuhan permintaan kredit baru bersumber dari seluruh jenis kredit, dengan penurunan terbesar pada jenis kredit konsumsi," sebut BI dalam laporan tertulis, Kamis (16/5/2020).

Tak hanya pada kuartal I 2020, hasil survei juga menunjukkan perkiraan pertumbuhan kredit menurun sepanjang 2020. Responden memperkirakan, pertumbuhan kredit pada 2020 sebesar 5,5 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan realisasi kredit pada 2019 sebesar 6,1 persen. Begitu juga dengan perkiraan pada survei periode sebelumnya sebesar 9,4 persen. 

Selain itu, kebijakan penyaluran kredit pada kuartal II-2020 diperkirakan lebih longgar. Perkiraan tersebut terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 9,1 persen, lebih rendah ketimbang kuartal sebelumnya dengan 10,9 persen.

"Pelonggaran standar penyaluran kredit terutama akan dilakukan untuk jenis kredit modal kerja dan kredit UMKM," papar bank sentral.

Adapun aspek kebijakan penyaluran kredit yang bakal dilonggarkan, yaitu suku bunga kredit, biaya persetujuan kredit, jangka waktu kredit, dan plafon kredit. kbc10

Bagikan artikel ini: