Beri keringanan cicilan KUR, pemerintah siapkan Rp6,1 triliun

Jum'at, 17 April 2020 | 13:32 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah menyiapkan stimulus sebesar Rp6,1 triliun untuk relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR). Relaksasi tersebut dalam bentuk penundaan pokok cicilan dan bunga kredit bagi nasabah yang terdampak virus corona (Covid-19).

"Dari segi KUR juga sudah diberikan kemudahan cicilan bunga dan pokok untuk 2020, dan pemerintah menyediakan dana sebesar Rp6,1 triliun," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melalui video conference, Kamis (16/4/2020).

Penyaluran KUR pada 2019 mencapai Rp139,5 triliun atau 99,6 persen dari target yang sebesar Rp140 triliun. 

Tahun ini, pemerintah kembali menurunkan suku bunga KUR menjadi enam persen per tahun dengan plafon yang ditingkatkan dari Rp140 triliun menjadi sekitar Rp190 triliun.

Selain KUR, tambah AIrlangga, pemerintah juga akan memperluas insentif perpajakan bagi para pelaku UMKM, pariwisata, dan sektor jasa yang terdampak virus corona. Untuk itu, ia mengatakan pemerintah tengah mempersiapkan aturan teknisnya.

"Nanti PMK 23 (Peraturan Menteri Keuangan Nomor 23/PMK.03/2020) akan diperluas, tidak hanya untuk sektor industri tapi sektor lain termasuk UMKM, pariwisata, dan jasa yang terkait dengan pandemi ini," katanya.

Sebelumnya, pemerintah telah memberikan berbagai keringanan cicilan kredit bagi pekerja informal terdampak virus corona. 

Keringanan itu dapat dimanfaatkan oleh pekerja informal, seperti pengemudi ojek online (ojol), supir taksi, pelaku UKM, dan nelayan. 

Mereka dapat mengajukan keringanan cicilan kredit kepada perusahaan pembiayaan (multifinance) atau leasing maupun perbankan. 

Ketentuan ini diatur oleh OJK melalui POJK No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical. kbc10

Bagikan artikel ini: