Kacamata pintar pendeteksi Covid-19 buatan China ini ditawarkan ke AS

Jum'at, 17 April 2020 | 13:46 WIB ET

WASHINGTON, kabarbisnis.com: Pemerintah Amerika Serikat (AS) tengah berupaya dalam penanganan wabah virus corona (Covid-19) di negaranya. Perusahaan teknologi sekelas Google dan Apple pun berkolaborasi untuk menyediakan aplikasi pelacakan kontak yang dapat membantu orang tahu jika mereka melakukan kontak dengan seseorang yang terpapar virus. 

Seperti dilansir TechCrunch, entitas Amerika dapat segera mendapatkan kacamata pintar untuk membantu pencitraan termal dalam melacak penderita COVID-19.

Kali ini, perusahaan asal China, Rokid telah menciptakan kacamata dengan sensor inframerah yang dilaporkan dapat mendeteksi suhu hingga 200 orang dari ketinggian hingga 9 kaki. Selain itu, perangkat ini dilengkapi dengan prosesor Qualcomm, kamera 12 MP, serta menawarkan fitur AR. Kacamata dapat dikontrol oleh perintah suara dan merekam foto serta video live.

Laman Phone Arena melaporkan, perusahaan berencana menawarkan perangkat mereka ke pebisnis di AS, rumah sakit, serta petugas penegak hukum Paman Sam. Kacamata yang dinamai T1 Thermal Smart Glasses itu terhubung melalui USB dan dapat disinkronkan dengan platform lain. Perusahaan juga menyatakan tidak mengumpulkan informasi dari kacamata T1 secara langsung.

“Mengenai modul ini ... kami tidak mengambil data apa pun ke Cloud. Bagi pelanggan, privasi sangat penting bagi mereka. Pengukuran data disimpan secara lokal," kata Direktur Rokid untuk AS, Liang Guan.

Stasiun pemindaian termal yang besar, seperti di beberapa bandara, tidak mudah dibawa-bawa. Sedangkan perangkat genggam dengan pencitraan termal inframerah harus lebih dekat dengan orang-orang supaya bisa memberikan informasi. Namun ini bisa menimbulkan risiko. 

"Anda harus mengarahkan perangkat ke dahi orang-orang ... Anda harus benar-benar dekat, itu tidak dapat dipakai dan Anda tidak menjaga jarak sosial untuk menggunakannya," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: