RNI pastikan 50 ton gula impor masuk pasar awal bulan depan

Selasa, 21 April 2020 | 11:26 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) memastikan proses importasi 50 ribu ton gula kristal putih (GKP) dilakukan pada akhir April 2020 ini. Impor ini telah mendapat izin dari Kementerian Perdagangan pada 7 April 2020.

"SPI (Surat Perizinan Impor) dari Kementerian Perdagangan dikeluarkan pada 7 April 2020. Proses lelang minggu kedua sampai ketiga. Proses impor April minggu keempat. Proses distribusi Mei minggu pertama," kata Direktur Utama PT RNI Eko Taufik Wibowo melalui rapat virtual dengan DPR di Jakarta, Senin (20/4/2020).

Eko mengatakan, RNI mengantisipasi kebijakan pembatasan pergerakan secara besar-besaran atau lockdown di beberapa negara asal impor gula. Untuk itu, perusahaan pelat merah tersebut memetakan empat negara mitra yang dimungkinkan bisa mengimpor gula.

"Sama seperti yang disampaikan Pak Buwas (Dirut Bulog) kami wanti-wanti karena beberapa sumber yang akan memasok ini terkena lockdown terutama India. Perusahaan telah mempersiapkan empat opsi negara asal yaitu Brazilm Thailand, Australia dan India," jelasnya,

Dia menambahkan, RNI terus mengantisipasi kenaikan harga gula jelang Ramadan. Selain itu, persoalan impor komoditas pangan tersebut juga dihadapkan dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus berfluktuasi.

"Lalu gula diwanti-wanti dan ada kecenderungan ketidakstabilan suplai dan kurs yang sedikit merepotkan kami dan akan memperlambat proses lelang. Tetapi memasuki Lebaran, Ramadan pasar bisa kami penuhi," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: