Luhut jamin anggaran proyek 5 destinasi wisata tak terpotong

Rabu, 22 April 2020 | 09:04 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah memang tengah menambah dan melakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Meski demikian, Menteri Perhubungan ad interim Luhut Binsar Pandjaitan memastikan anggaran untuk program 5 destinasi pariwisata super prioritas tidak dipotong.

"Kami bersepakat dengan Ibu Ani (Menteri Keuangan) program-program pembangunan 5 destinasi wisata yang Kementerian Perhubungan terlibat itu tidak dipotong tapi masuk ke multi years supaya wisata ini jangan sampai terlalu terjatuh," kata Luhut saat rapat virtual dengan Komisi V DPR RI, Selasa (21/4/2020).

Hal itu karena pihaknya telah mengubah postur anggaran belanja tahun ini. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian APBN Tahun Anggaran 2020, pagu anggaran Kemenhub yang semula Rp 43,11 triliun berkurang menjadi Rp 36,98 triliun.

"Dengan kata lain ada pemotongan anggaran Rp 6,1 triliun," ucapnya.

Pihaknya juga akan melakukan realokasi anggaran sebesar Rp 320,7 miliar. Hal ini dilakukan sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan realokasi anggaran dalam penanganan Covid-19.

"Realokasi anggaran 2020 untuk penanganan Covid-19 untuk Kementerian Perhubungan Rp 320,7 miliar," ucapnya.

Realokasi anggaran akan digunakan untuk pengadaan peralatan pencegahan virus Corona seperti penyediaan alat pengaman diri, penambah daya tahan tubuh, serta menyediakan alat pendukung kerja lainnya.

"Adapun peruntukkan anggaran tersebut antara lain pengadaan peralatan untuk pencegahan penyebaran virus seperti alat pelindung diri, masker, hand sanitizer dan lain-lain. Semua ini merujuk kepada protokol kesehatan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan," urainya. kbc10

Bagikan artikel ini: