Mudik Lebaran 2020 dilarang, industri tekstil gigit jari

Rabu, 22 April 2020 | 13:36 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pelaku industri tekstil bakal tertekan menyusul kebijakan pemerintah melarang mudik Lebaran 2020, akibat minimnya belanja produk fesyen, apalagi pandemi Covid-19 juga telah membuat pasar lesu.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang menyatakan, pemerintah sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp110 triliun dalam program jaringan sosial guna menjaga daya beli masyarakat menjelang Lebaran 2020. 

"Kami duga bahwa penyerapan pasar dan masyarakat terhadap produk-produk yang dihasilkan dalam negeri di Lebaran tahun ini akan berbeda dengan Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya. Kita sudah mengetahui bahwa pemerintah sudah memutuskan untuk pelarangan mudik," kata Agus dalam acara Ngopi digital, Selasa (21/4/2020).

Menurutnya, pelarangan mudik akan berpengaruh terhadap penyerapan produk industri dalam negeri. Salah satunya yaitu ke industri garmen atau tekstil. Saat pandemi in, masyarakat tidak ada yang mudik dan melakukan silaturahmi, maka kemungkinan besar masyarakat tidak akan belanja atau membeli baju baru.

Melihat fakta ini, sudah bisa dipastikan bahwa berpengaruh terhadap produsen dalam negeri. Pemerintah katanya harus siap dengan kenyataan bahwa bakal ada penurunan penyerapan produk industri dalam negeri.

"Memang ada market yang secara instan bisa kita create, ini yang dilakukan pemerintah dengan menganggarkan Rp110 triliun untuk program jaringan pengaman sosial, tentu program ini intinya bagaimana kita mendukung agar daya beli masyarakat tetap terjaga," jelasnya.

Dia berharap, dengan terjaganya daya beli masyarakat maka mereka akan tetap belanja. Paling tidak, masyarakat akan belanja makanan dan minuman, sehingga ada bagian dari industri makanan dan minuman dengan turunan-turunannya industri kecil menengah yang bergabung di dalamnya, masih bisa menikmati pertumbuhan yang disebut lumayan.

"Jadi ada pasar yang bisa kita buat, dengan memberikan kebijakan-kebijakan stimulus. Tapi pada dasarnya instan agak susah untuk membuat pasar, khususnya untuk industri-industri yang menderita seperti tekstil tadi," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: