Meski ada pandemi Covid-19, Crown Group optimis raup penjualan US$200 juta di 2020

Kamis, 23 April 2020 | 14:29 WIB ET
Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito
Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pengembang hunian terkemuka Australia, Crown Group sukses mengawali kinerja positif di tahun 2020, meski perekonomian global tengah melambat sebagai dampak pandemi Covid-19.

Kondisi ini memacu keyakinan manajemen Crown Group bahwa tahun ini mampu meraup penjualan sesuai target bahkan berpeluang melampaui target.

Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito mengatakan, dalam tiga bulan terakhir ini penjualan di proyek-proyek yang dikembangkan Crown Group di negeri Kangguru mendapat animo luar biasa, bukan saja dari pembeli lokal namun juga luar negeri.

"Penjualan Crown Group sepanjang Februari-Maret 2020 bisa dibilang merupakan yang tertinggi dalam 1,5 tahun terakhir. Ini hasil yang menggembirakan di tengah pandemi Covid-19 yang dirasakan secara global," katanya dalam video conference dengan media, Kamis (23/4/2020).

Dijelaskannya, pada Februari 2020 lalu Crown Group mampu meraup penjualan sebesar US$19 juta, dan kembali naik pada Maret 2020 yang sebesar US$22 juta, dan pada April ini telah melampaui target yang ditetapkan.

Selain dari penjualan sejumlah proyek hunian di Sydney, pendapatan tersebut juga dihasilkan dari hotel yang telah diluncurkan, yakni Skye Suites Parramatta dan Skye Suites Sydney.

Iwan Sunito bersyukur, di saat hotel yang lain kehilangan tamu bahkan memilih tidak beroperasi akibat adanya kebijakan social distancing, hotel yang dikelola Crown Group relatis stabil.

Dengan kenyataan itu, pihaknya optimistis kinerja positif akan tetap berlanjut hingga akhir tahun ini. "Sejatinya kami menargetkan sekiar US$100 juta pada tahun 2020 ini. Namun riilnya kami sangat optimistis bisa mencapai US150 juta hingga US$200 juta pada akhir tahun ini," ujar Iwan.

Menurutnya, keyakinan itu selain didasari oleh masih tingginya minat investor untuk memiliki hunian atau properti yang dikembangkan Crown Group, juga langkah-langkah strategis yang dilakukannya dalam menggaet pembeli, termasuk berburu pembeli dari luar Australia.

"Ingat bahwa Australia telah menjadi negara tujuan pelajar dari kawasan Asia, seperti China, Korea, dan Indonesia untuk menempuh pendidikan. China misalnya, setiap tahun ada 200 ribu pelajar masuk ke Australia, dan sekitar 10 ribu pelajar asal Indonesia masuk Australia setiap tahunnya. Dan proyek Crown Group menjadi salah satu pilihan untuk mereka tinggali," jelas Iwan Sunito.

Sementara itu terkait pengembangan proyek mixed-use kondominium dan hotel senilai US$500 juta di distrik Pusat Kota Los Angeles, Amerika Serikat (AS), Iwan Sunito menyatakan sangat optimistis, baik progress pembangunan maupun penjualannya.

"Sama dengan proyek kami di Australia, selain membidik investor lokal Amerika Serikat, juga akan membidik pembeli dari luar negeri, seperti dari Asia. Karena memang pemerintah setempat juga sangat mendukung dan memberikan kemudahan bagi pembeli properti asing, termasuk perbankan," ujarnya.

Menurutnya, selama ini cukup banyak masyarakat Asia, seperti China, Korea, Taiwan, dan Indonesia yang tinggal dan menetap di Amerika Serikat.

"Dan rata-rata memang keluarga kaya dari orang Asia banyak memilih Amerika Serikat untuk tujuan pendidikan anaknya. Ini potensi yang besar untuk dibidik. Selain tentunya lokasi di Los Angeles yang merupakan kota terbesar ketiga Amerika Serikat, dan menjadi pusat bisnis. Banyak perusahaan-perusahaan global dengan saham blue chip yang berkantor di sini," ulas Iwa Sunito.

Proyek menara setinggi 43 lantai tersebut rencananya akan diluncurkan pada akhir 2021, dan ditargetkan selesai pembangunannya pada 2024 atau 2025.

Seperti diketahui, menara yang didesain oleh Koichi Takada Architects ini akan terdiri dari 319 unit kondominium dengan fasilitas ekslusif  bagi para penghuninya di dua lantai teratas dan desain fasad yang merujuk pohon-pohon redwood tua California yang berukuran raksasa. Kanopi jalan yang dramatis akan memayungi bangunan dan menggabungkan "dinding hijau yang bernafas", dirancang untuk meningkatkan kualitas udara kota dan memperkenalkan fitur lansekap unik di pusat kota.

Di distrik Downtown ini telah menjadi pilihan ekspansi LA Live, Warner Music dan Spotify mendirikan kantor, pengecer utama seperti Apple, Vans dan Paul Smith juga meluncurkan toko-toko utama mereka, beberapa restoran ikonik berekspansi ke kawasan tersebut dan banyak pembangunan perumahan, hotel dan komersial juga sedang berlangsung saat ini. kbc7

Bagikan artikel ini: