Kemenhub sebut refund tiket dalam bentuk voucher tak langgar aturan

Jum'at, 24 April 2020 | 11:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan penumpang yang gagal berangkat akibat larangan pemerintah untuk melakukan perjalanan mudik lebaran 2020 akan mendapatkan pengembalian nilai tiket pesawat atau refund sepenuhnya.

Namun demikian, maskapai penerbangan tidak mempunyai kewajiban untuk memberikan refund tiket dalam bentuk uang tunai.

"Refund itu jelas dalam Permen 185 tahun 2019. Itu urusan B to B (business to business) antara penumpang dengan airlines (maskapai)," kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto melalui video conference, Kamis (23/4/2020).

Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Dalam Negeri. Di mana, aturan pengembalian tiket pesawat bisa diganti dengan menggunakan voucher senilai transaksi tiket yang dibayarkan oleh penumpang.

Pihak maskapai diperbolehkan memberikan refund voucher setara 100 persen kepada penumpang yang gagal berangkat. Kementerian Perhubungan akan terlibat dalam proses pengawasan agar hak konsumen pengguna transportasi darat dapat terpenuhi di tengah pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Lion Air Grup memastikan tak melayani pengembalian tiket (refund) secara tunai. Perusahaan memilih untuk mengembalikan tiket untuk para penumpangnya dengan voucher penerbangan.

"Pengembalian dana dilakukan menggunakan FOP Voucher," tulis pengumuman perusahaan yang ditujukan kepada seluruh agen perjalanan di Indonesia.

FOP voucher ini bisa digunakan untuk penerbangan di lain waktu dan nama penumpang-pun bisa diganti dengan nama penumpang sebelumnya.

Dalam pengumuman tersebut dijelaskan bahwa pola refund ini diberlakukan sebagai dampak dari penyebaran Covid-19 yang terus meluas di Indonesia.

Refund tiket dengan voucher juga dibenarkan Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro. "Benar, menggunakan system voucher," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: