Ramadan di tengah pandemi Covid-19, belanja online diprediksi melonjak

Jum'at, 24 April 2020 | 12:10 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Transaksi belanja online melalui platform digital terutama e-commerce diprediksi mengalami lonjakan selama Ramadan 2020 ini.

Lembaga penelitian Criteo mencatat kenaikan pada pembelanjaan online e-commerce tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di seluruh belahan negara lainnya karena pandemi Covid-19 sejak awal tahun.

Criteo menyebut, terjadi pergeseran perilaku pembeli yang menerapkan imbauan social distancing jadicenderung memilih pembelian secara online.

Apalagi menjelang bulan Ramadan yang dimulai 24 April 2020, lonjakan pembelian e-commerce diperkirakan akan meningkat lebih tinggi.

Hal ini dinilai karena umat muslim akan mencari kebutuhan secara online untuk mempersiapkan perayaan di tengah-tengah pembatasan sosial yang akan berlaku hingga waktu yang belum ditentukan, dengan adanya kemungkinan untuk diperpanjang sampai setelah Ramadan.

Director of Account Strategy Criteo for Large Customers, SEA, Hong Kong and Taiwan, Pauline Lemaire mengatakan, traffic web harian melonjak lebih dari 50 persen secara global, karena konsumen Asia Pasifik berpindah ke platform online, baik saat bekerja dari rumah atau menghabiskan waktu luang.

“Penjualan online ini akan tetap berlanjut, terutama selama bulan Ramadan di mana lebih banyak orang yang beralih ke belanja online dalam rangka persiapan memasuki momen keagamaan ini,” kata Pauline baru-baru ini.

Melihat tren di sekitar Ramadan selama beberapa tahun sebelumnya di Asia Tenggara yang meliputi Indonesia dan Malaysia, peningkatan penjualan mencapai puncaknya pada minggu ketiga untuk 2018 dan 2019.

Tahun lalu, Malaysia dan Indonesia khususnya, terjadi transaksi yang lebih besar dengan kenaikan 106 persen, dibandingkan dengan peningkatan tahun 2018 sebesar 90 persen.

Khusus untuk Indonesia, traffic harian yang dicatat dalam indeks dan penjualan untuk ritel online mengalami peningkatan sebesar 115 persen pada 2019 dibandingkan dengan 2018, yang mencatat peningkatan sebesar 44 persen. kbc10

Bagikan artikel ini: