BEI sebut tiga perusahaan mundur dari IPO akibat Covid-19

Jum'at, 24 April 2020 | 17:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat hingga 23 April 2020 masih terdapat 18 calon emiten yang tertera dalam pipeline penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

Namun demikian, ada tiga perusahaan yang memilih mundur untuk melaksanakan IPO dengan alasan terkena dampak pandemi Covid-19. Hanya saja, tiga perusahaan tersebut di luar ke-18 perusahaan yang tertera dalam pipeline.   

"Ada tiga perusahaan yang secara eksplisit menyatakan menunda IPO karena pandemi Covid-19. Artinya, tiga emiten ini akan melihat lagi perkembangan ke depan, meski proses IPO sudah berjalan," kata Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna dalam teleconference dengan wartawan, Jumat (24/4/2020).

Sayangnya, Nyoman tidak bisa mengungkapkan nama tiga perusahaan tersebut mengingat adanya prinsip kerahasiaan.

Melihat kondisi terkini, BEI juga mencoba realistis terkait dengan jumlah emiten baru yang dapat tercatat sepanjang 2020.

"Hingga akhir tahun, tentu kami mengharapkan semua perusahaan yang ada di antrean pipeline itu dapat listing semua. Jadi, secara sederhananya, kami tambahkan dengan yang sudah tercatat sampai saat ini," tutur Nyoman.

Per 23 April 2020, jumlah emiten baru yang tercatat di BEI mencapai 26 perusahaan. Pada 2019, BEI berhasil mencatatkan 55 perusahaan baru dan pada 2018 sebanyak 57 perusahaan.

"Kami realistis dengan jumlah yang ada sekarang. Secara jumlah hingga akhir tahun, tidak akan seperti 2018," kata dia.

Meskipun begitu, menurut Nyoman, realisasi IPO di Indonesia sepanjang tahun ini unggul dibandingkan negara lain di Asia Tenggara. Berdasarkan laporan global yang ia kutip, Indonesia menjadi negara di posisi tertinggi dalam hal jumlah perusahaan tercatat baru.

Menurut dia, per Maret 2020, Malaysia baru mencatatkan tujuh emiten baru, Singapura tiga emiten, Thailand dua emiten, dan Filipina masih nol.

Nyoman menambahkan, BEI tidak hanya mengejar kuantitas perusahaan yang tercatat, tetapi juga memperhitungkan kualitasnya.

Perusahaan-perusahaan yang ada di pipeline telah disaring dan memperoleh izin prinsip dari BEI, serta tengah menunggu pernyataan pra-efektif dan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan. Para calon emiten tersebut juga berasal dari hampir semua sektor. kbc10

Bagikan artikel ini: