Duh! Produktivitas buruh RI terendah kedua di Asean

Sabtu, 25 April 2020 | 12:18 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Fithra Faisal menyebut produktivitas buruh di Indonesia terendah kedua se-Asean. 

Menurutnya, rendahnya produktivitas buruh tersebut mempengaruhi lambatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia. 

"Untuk bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi maka kita butuh productivity. Jika kita bicara productivity maka kita bicara labor productivity (produktivitas buruh). Produktivitas buruh kita nomor dua terendah se-Asean,” ujarnya seperti dikutip, Jumat (24/4/2020).

Menurutnya selama ini upah buruh di Indonesia relatif tinggi. Namun upah yang tinggi tidak akan menjadi masalah selama produktivitasnya juga tinggi.

“Masalahnya jika dibandingkan antara upah dan gaji itu ada gap yang cukup signifikan. Upahnya tinggi sementara produktivitas levelnya stagnan, sehingga membuat ongkos produksinya menjadi mahal,” katanya.

Menurut Fithrah, jika dibandingkan dengan negara-negara Asean, Indonesia masih belum bisa menarik para investor untuk bisa berinvestasi. “Ketika saya sebagai investor misalnya ingin masuk ke Asia Tenggara maka saya akan masuk ke Vietnam, Thailand, Myanmar, Malaysia, dan Filipina bukan Indonesia,” katanya.

Ke depan, diharapkan pendekatan omnibus law yang kini tengah dibahas Pemerintah dan DPR RI bisa mengatasi permasalahan ini. “Masalah produktivitas ini bisa seharusnya terselesaikan oleh omnibus Law,” ucapnya. kbc10

Bagikan artikel ini: