Tertekan pandemi Covid-19, penjualan otomotif bulan ini anjlok

Selasa, 28 April 2020 | 07:04 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi virus corona atau Covid-19 kian menekan penjualan mobil di Tanah Air. Pelemahan ini diperkirakan semakin memburuk seiring dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah yang membatasi aktivitas masyarakat.

Bussines Innovation & Sales Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy mengatakan, penjualan di pekan terakhir bulan ini kian memperlihatkan pelemahan.

"Penjualan pada April 2020 memang turun sekali. Untuk angka pastinya, nanti tunggu penutupan di akhir bulan," kata Billy seperti dikutip, Senin (27/4/2020).

Dampak pandemi Covid-19 memang sudah dirasakan industri otomotif nasional sejak Maret. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan retail pada Maret merosot 33,9 persen secara tahunan.

Penjualan roda empat di sepanjang Januari-Maret 2020 juga mengalami penurunan sebesar 15,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, yakni sebanyak 260.804 unit.

Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmy Suwandi telah memprediksi bahwa kinerja penjualan dari industri otomotif  akan mengalami pelambatan pada bulan ini. 

Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam juga pernah mengatakan bahwa penjualan bakal anjlok sebesar 90 persen. Periode terberat diperkirakan terjadi pada Mei.

"Penjualan akan turun sampai dengan 90 persen. Setelah itu memulai pemulihan butuh waktu 9 hingga 12 bulan, tergantung negara masing-masing. Dan, setelah itu [baru] akan ada akselerasi demand," ujarnya.

Bob juga menyimpulkan secara rata-rata, kondisi pasar sepanjang tahun ini akan terkoreksi ke level 50 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Hal itu sejalan dengan proyeksi Gaikindo yang merevisi target penjualan menjadi 600.000 unit, dari sebelumnya 1,1 juta unit.

Di sisi lain, di tengah situasi krisis, sejumlah APM memutuskan untuk memperpanjang masa penutupan pabrik. Namun, ada pula yang terus melanjutkan produksi dengan menerapkan secara ketat protokol pencegahan COVID-19.

Honda Prospect dan Suzuki Indomobil merupakan dua dari produsen mobil yang diketahui memperpanjang masa penangguhan, mulai dari 27 April sampai dengan 8 Mei.

Sementara TMMIN diketahui kembali melanjutkakn aktivitas di lini pembuatan komponen suku cadang dan memenuhi ekspor ke Timur Tengah, setelah menghentikan sementara produksinya selama 10 hari.

Adapun, Daihatsu akan mempertimbangkan aktivitas produksi setelah seluruh persiapan sesuai dengan standar protokol Covid-19. Apabila produksi kembali dilakukan, Daihatsu memastikan hanya akan memenuhi permintaan ekspor.

Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto memperkirakan posisi APM pada kuartal kedua akan semakin sulit karena kecilnya permintaan pasar domestik, ketatnya pemberian kredit, dan ekspor terimbas virus corona yang telah melanda lebih 200 negara di dunia.

"APM dan distributor beserta dealer-dealernya harus bertahan hidup dan tunggu sampai Covid-19 ini selesai," tuturnya.

Meski demikian, Jongkie meyakini masa sulit ini akan segera terlewati. Penjualan mobil  akan kembali normal, seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkat. "Masa sulit ini, kan, hanya sementara," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: