Cegah penyebaran Covid-19, BI Jatim tiadakan penukaran uang baru di luar kantor bank

Rabu, 29 April 2020 | 06:41 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Merebaknya pandemi Corona Virus atau Covid-19 di seluruh Indonesia, termasuk Jawa Timur menyebabkan terjadinya perubahan sejumlah kebijakan, salah satunya kebijakan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur untuk menyediakan fasilitas penukaran uang baru menjelang Hari Raya Idul Fitri di sejumlah titik di luar kantor perbankan.

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, maka pada tahun ini BI Perwakilan Jatim memutuskan untuk meniadakan penukaran uang baru di luar kantor perbankan, seperti di Lapangan Makodam V Brawijaya Surabaya, Rest Area jalan tol dan di beberapa titik lainnya. Penukaran uang baru hanya bisa dilakukan di kantor perbankan yang sudah bekerjasama dengan BI Jatim.

Kepala Grup Sistem Pembayaran dan Pengedaran Uang Rupiah (PUR) Layanan dan Informasi BI Jatim, Imam Subarkah mengatakan, penukaran uang pecahan kecil Ramadan dan Lebaran secara khusus akan dilayani oleh 273 kantor perbankan di seluruh Jatim. Kebijakan ini diputiskan karena alasan keamanan dan perlindungan dari wabah Covid-19.

"Namun masyarakat yang masih membutuhkan uang pecahan masih dapat melakukan penukaran di perbankan, BI sudah berkordinasi dengan perbankan titik-titik mana yang akan melayani," kata Imam saat teleconference bersama media, Selasa (28/4/2020).

Ia juga menegaskan bahwa penyediaan uang tunai oleh BI juga telah dipastikan dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat karena BI telah menghitung berapa kebutuhan saat lebaran.

"Dengan melihat kondisi saat ini, pastinya kebutuhan uang pecahan masyarakat lebih kecil dibanding tahun lalu. Kami perkirakan kebutuhan mencapai Rp 25,28 triliun, turun dibanding realisasi tahun lalu yang mencapai Rp 26 triliun hingga Rp 27 triliun," tambahnya.

Selain itu, BI Jatim juga telah melibatkan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) dalam pendistribusian uang layak edar, sehingga kegiatan penukaran uang layak edar yang rutin dilakukan dalam menyambut Ramadhan dan Idul Fitri dapat dilakukan melalui Perbankan. BI juga memastikan bahwa uang layak edar tersebut telah terjaga kebersihannya sesuai dengan protokol Covid-19.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah dalam pemaparannya juga menyampaikan bahwa dalam rangka melaksanakan protokol Covid-19, Bank Indonesia telah menyiapkan layanan kas khusus perbankan di Lokasi Kerja Alternatif (LKA) yaitu di Gedung De Javasche Bank, sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19. 

Selanjutnya, untuk mendorong optimalisasi pembayaran secara Non Tunai, BI Jatim terus mendukung implementasi penggunaan QRIS pada merchant-merchant di Jawa Timur. Sejak akhir Februari 2020 sampai dengan tanggal 24 April 2020, terdapat pembahan 67.175 merchant QRIS baru, atau meningkat sebesar 20,7 persen. 

“BI Jatim mendukung sepenuhnya upaya Pemerintah Daerah dalam menangani penyebaran dan dampak Covid-19, termasuk kebijakan Pemerintah Daerah dalam mengimplementasikan PSBB di sejumlah wilayah, serta akan terus mengawal kelancaran sistem pembayaran dan menjaga ketersediaan uang rupiah di Jawa Timur," pungkas Difi.kbc6

Bagikan artikel ini: