BNI pangkas bunga kartu kredit jadi 2 persen

Senin, 4 Mei 2020 | 06:18 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI telah melakukan berbagai keringanan kepada nasabah selama masa pandemi Covid-19. Kali ini bank pelat merah ini mulai menurunkan bunga karte kredit.

Bunga kartu kredit yang semula 2,5 persen, dipangkas menjadi 2 persen dari total tagihan. Aturan ini mulai berlaku untuk transaksi Mei 2020.

"Dengan aturan baru ini, bunga 2,25 persen akan tetap diberlakukan untuk tagihan atas transaksi yang dilakukan hingga 30 April 2020. Selanjutnya, bunga baru akan diterapkan untuk tagihan transaksi 1 Mei 2020," tutur manajemen BNI melalui keterangan resmi, Sabtu (2/5/2020). 

Selain itu, BNI juga melonggarkan persentase minimum pembayaran dari semula 10 persen, menjadi 5 persen. Aturan yang sudah mulai berlaku sejak kemarin ini akan diterapkan hingga Desember 2020. 

Kemudian, mulai 1 Mei 2020, denda keterlambatan pembayaran diturunkan menjadi 1 persen dari total tagihan atau maksimal Rp 100.000, dari sebelumnya 3 persen dari total tagihan atau maksimal Rp 150.000.

"Bagi nasabah yang sempat terlambat membayar tagihan pun berlaku keringanan Denda Keterlambatan atau tambahan nilai tagihan yang akan muncul bila tidak dilakukan pembayaran, atau pembayaran kurang dari minimum payment, atau pembayaran setelah jatuh tempo," tutur manajemen BNI. 

Terakhir, nasabah terdampak Covid-19 juga dapat melakukan perpanjangan jangka waktu pembayaran tagihan kartu kredit. "Untuk keringanan ini nasabah dapat menghubungi BNI Call 1500046," kata manajemen BNI.

Langkah-langkah tersebut dilakukan BNI, sebagai respon dari kebijakan Bank Indonesia (BI) mulai berlaku 1 Mei 2020 ini, yaitu Kebijakan Penyelenggaraan Kartu Kredit Masa Covid 19 sesuai surat BI No. 22/263/DKSP/Srt/B tanggal 15 April 2020.

"Kemudahan - kemudahan tersebut dapat memperkuat jaring pengaman keuangan pemegang Kartu Kredit BNI dan menambah penyangga ekonominya disaat pandemi Covid - 19 ini," ucap Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies. kbc10

Bagikan artikel ini: