Dihantam pandemi Covid-19, pebisnis ritel diminta genjot penjualan daring

Rabu, 6 Mei 2020 | 06:28 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pengembang dan pelaku usaha ritel diminta untuk menggenjot penjualan melalui platform daring, guna menyelamatkan anjloknya kinerja penjualan mereka akibat pandemi Covid-19.

Berdasarkan riset Colliers Internationals Indonesia kuartal I/2020, tercatat ada 11 mal baru yang harusnya buka dan mulai beroperasi pada awal 2020. Tujuh di antaranya berlokasi di luar Jakarta.

Namun, lantaran diserang pandemi Covid-19, jadwal mulai beroperasinya mal baru tersebut terpaksa tertunda. 

"Ke depan kami memperkirakan para pelaku properti ritel akan makin konservatif pada rencananya membuka cabang baru," ungkap Sander Halsema, Senior Associate Director Retail Service Colliers International Indonesia dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2020).

Selain itu, Colliers juga melihat para pelaku industri ritel akan mengambil langkah khusus untuk memperkuat posisi finansialnya. Salah satunya adalah melakukan peninjauan pada portofolio yang ada dan mengevaluasi kinerja toko-toko di dalamnya.

Hasilnya, pengembangan proyek ritel baru mengalami kesulitan untuk mencari tenant dan bakal mengalami penurunan tingkat sewa di bawah jumlah sebelumnya.

Untuk jangka pendek, Colliers merekomendasikan bagi pengembang, pemilik properti, dan investor untuk menawarkan opsi bebas bayar selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Nantinya para tenant bisa membayar konsesinya pada akhir masa sewa. Harapannya mereka sudah mengajukan pencairan deposito untuk menutup biaya sewa sebelumnya," kata Sander.

Pemilik properti atau tuan tanah, investor, dengan penyewa juga harus bisa bersepakat untuk memperpanjang masa sewa dan memberi pembebasan biaya sewa saat ini untuk dibayarkan pada kemudian hari.

"Agar tetap saling bisa menuai pemasukan, kami merekomendasikan agar baik pemilik properti dan tenant saling bantu menjaga hubungan dengan konsumen dengan berjualan secara daring," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: