Penjualan online UMKM kuliner melonjak 300 persen

Rabu, 6 Mei 2020 | 06:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kebijakan social distancing dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ikut mendongkrak penjualan produk makanan skala usaha mikro kecil menengah (UMKM) hingga 300 persen.

Hal itu diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam Webinar Series: Platform Digital X UMKM Atasi Kelangkaan APD, Selasa (5/5/2020).

“Alhamdulillah UMKM bisa bertahan banting setir dengan mengikuti permintaan-permintaan, jualan bahan pokok makanan secara online naik 300 persen, makanan setengah olah, makanan herbal, dan lainnya jadi produk makanan betul-betul meningkat luar biasa,” katanya.

Hal itu dikarenakan adanya kebijakan sosial distancing yang membuat restoran-restoran tutup. Maka dari itu usaha makanan dan jasa antar makanan meningkat.

“Ini sekarang makanan siap saji dipesan lewat telepon atau online, kini banyak yang menyediakan makanan dan jasa antar berkembang, reseller meningkat,” ujarnya.

Teten menilai banyak profesi-profesi lain seperti dokter, dan lainnya yang ternyata memiliki usaha kecil, itu merupakan salah satu contoh kreativitas di UMKM dengan melihat situasi, bisa dengan mudah melakukan shifting usaha baru.

“UMKM ini memang menjadi bumper penyangga ekonomi. Apalagi UMKM menjadi penyangga ekonomi setiap mengalami krisis seperti di 1998,” ujarnya.

Selain itu, di tengah pandemi corona pelaku UMKM yang mulai beralih ke penjualan digital bisa terselamatkan usahanya. “Saya kira belajar dari covid-19 ini UMKM yang sudah terhubung ke market online mereka terselamatkan dan mendapatkan peluang. Penting mendorong UMKM kita untuk go-online,” tandasnya.

Ditambahkan Menteri Teten, untuk saat ini digitalisasi ini mutlak, dan akan muncul tren baru terhadap perubahan konsumen, karena awalnya banyak konsumen yang ragu untuk membeli secara online.

Namun, dengan adanya pandemi Covid-19 semua orang terpaksa untuk melakukan aktivitas secara online, begitupun dalam hal jual-beli. Dengan adanya pandemi itu, orang-orang terpaksa untuk membeli secara online.

“Kepercayaan masyarakat mulai tinggi terhadap produk yang dijual online,” ujarnya.

Kendati begitu, dia menyebutkan produk UMKM juga harus meningkatkan standarnya agar masyarakat semakin percaya untuk melakukan pembelian produk UMKM secara online.

Dengan go-digital, pelaku UMKM tak perlu pusing memikirkan toko atau lapak, melainkan cukup memanfaatkan teknologi saat ini. “UMKM ini rata-rata tidak punya toko maka dengan digital mereka terbantu,” pungkas Teten. kbc10

Bagikan artikel ini: