BI tegaskan tak akan cetak uang untuk tanggulangi Covid-19

Rabu, 6 Mei 2020 | 14:54 WIB ET

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menegaskan BI tidak akan melakukan pencetakan uang untuk penanggulangan Covid-19. Pernyataan tersebut disampaikan Perry menyusul adanya usulan dari Badan Anggaran (Banggar) DPR agar BI mencetak uang sampai Rp 600 triliun untuk menangani dampak Covid-19.

“Itu bukan praktik kebijakan moneter yang lazim, dan tidak akan dilakukan di Bank Indonesia,” kata Perry Warjiyo dalam live streaming Perkembangan Ekonomi Terkini, Rabu (6/5/2020).

Perry menjelaskan, uang terdiri dari dua jenis, yaitu uang kartal (uang kertas dan logam) dan uang giral (uang yang disimpan di bank). Mengenai mekanisme pengedaran uang kartal, menurut Perry sesuai dengan Undang-Undang Mata Uang mengenai perencanaan, pencetakan, dan pemusnahan uang melalui koordinasi BI dan Kementerian Keuangan, jumlahnya memperkirakan kebutuhan masyarakat.

“Kebutuhan masyarakat ini bisa diukur dari angka pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Misalnya pertumbuhan ekonomi 5% dan inflasinya 3%, kurang lebih kenaikan pencetakan uang sekitar 8%. Kalau ingin tambah stok barangkali 10%. Keseluruhan proses ini sesuai tata kelola dan diaudit BPK,” jelas Perry. kbc9

Bagikan artikel ini: