Dampak Covid-19, Bandara Ngurah Rai layani pemulangan 4.960 pekerja migran ke Tanah Air

Rabu, 6 Mei 2020 | 15:05 WIB ET

JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang melanda berbagai negara di dunia, membuat pemerintah di berbagai negara menerapkan kebijakan pemulangan warga negaranya masing-masing, termasuk Pemerintah Indonesia. Sebanyak 4.960 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai pekerja migran tercatat telah kembali ke Indonesia melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Sejak 23 Maret hingga 27 April tersebut, para pekerja migran yang bekerja di berbagai negara tersebut pulang kembali ke Indonesia melalui 27 penerbangan charter khusus.

President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan mengatakan, salah satu alasan tetap beroperasinya bandara pada masa pandemi ini adalah untuk melayani penerbangan khusus seperti penerbangan repatriasi ini, baik repatriasi warga negara Indonesia kembali ke tanah air atau repatriasi warga negara asing untuk kembali ke negaranya masing.

"Hingga akhir April, penerbangan pemulangan kembali WNI yang kami layani telah mencapai jumlah 27 penerbangan, dimulai dari penerbangan LOT Polish Airlines dengan nomor penerbangan LO8535 pada 23 Maret lalu, hingga penerbangan terakhir hingga 27 April lalu, yaitu penerbangan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA4046,” ujar  Handy Heryudhitiawan dalam siaran pers.

Hingga akhir April, terdapat total 4.960 WNI yang dilayani terkait kepulangannya ke Indonesia melalui Bali dengan penerbangan carter khusus ini. Diperkirakan, jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan penambahan permintaan unscheduled rescue flight.

Sebanyak 11 maskapai penerbangan dari berbagai negara tercatat terlibat dalam 27 penerbangan pemulangan WNI tersebut, yaitu LOT Polish Airlines, LATAM Airlines, Qatar Airways, Wamos Air, Air Europa, NEOS Air, Ethiopian Airlines, Smartwings, AirAsia X, Garuda Indonesia, serta Air Cairo. Penerbangan Wamos Air EB9420 dari Athena, Yunani, menjadi penerbangan dengan pengangkutan WNI terbanyak dalam satu penerbangan, yaitu mencapai 439 penumpang.

“Dengan penumpang sebanyak ini, tentunya langkah-langkah antisipasi telah dilakukan, terutama terkait penanganan pemeriksaan penumpang. Para petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) serta dari Tim Satgas Covid-19 senantiasa bersiaga. Seluruh langkah telah dilakukan sesuai ketentuan dan SOP yang berlaku, termasuk penanganan penumpang yang menunjukkan gejala sakit,” kata Handy. kbc9

Bagikan artikel ini: