1,02 Juta debitur bank dapat keringanan kredit

Kamis, 7 Mei 2020 | 06:01 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sudah ada sebanyak 1,02 juta debitur bank yang terdampak virus corona (Covid-19) sudah memperoleh restrukturisasi kredit atau keringanan cicilan. Dari total debitur tersebut, nilai restrukturisasi kreditnya mencapai Rp 207,2 triliun.

OJK juga menyebut sebanyak 819.923 pelaku UMKM memperoleh restrukturisasi kredit senilai Rp 99,36 triliun dari perbankan. Sementara untuk non-bank debitur yang memperoleh keringanan cicilan mencapai 735.111 dengan nilai Rp 28,13 triliun.

Hal itu dikatakan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam rapat kerja gabungan dengan Komisi XI, Kemenkeu, Bank Indonesia (BI), dan LPS, Rabu (6/5/2020). "Semua masih berjalan, jadi masih terus dinamis," katanya.

Adapun bentuk restrukturisasinya menurut Wimboh tidak bisa disamakan. Pasalnya, setiap debitur memiliki kondisi yang berbeda di tengah pandemi virus Corona ini.

"Kenapa ini tidak bisa dispesifikasikan detail diseragamkan karena masing-masing debitur itu beda-beda situasinya. Ada yang debitur kreditnya tinggal 3-6 bulan. Apalagi kredit motor ini kan tidak terlalu lama, bahkan ada yang sudah mau lunas. Dan juga kredit-kredit modal kerja untuk UMKM. Ini sangat beda," terang Wimboh.

Dalam implementasi pemberian restrukturisasi ini menurut Wimboh sudah tak ada masalah lagi. Pasalnya, OJK sendiri sudah mengeluarkan petunjuk teknis (juknis) terkait kriteria debitur yang bisa memperoleh restrukturisasi. Selain itu, masing-masing lembaga keuangan juga sudah memberikan keterangan lengkap kepada para nasabah tentang tata cara mendapatkan keringanan cicilan tersebut.

"So far sudah tidak ada masalah karena juknis sudah kita buat dan dikomunikasikan secara luas. Jadi kalau ada 1-2 tentunya segera kita tackle. Bahkan terjadi beberapa terutama di lembaga pembiayaan menerjemahkan statement Bapak Presiden," pungkas Wimboh. kbc10

Bagikan artikel ini: