Selamatkan industri terdampak pandemi Covid-19, ini langkah Kemenperin

Kamis, 7 Mei 2020 | 06:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya untuk menyelamatkan sektor industri dari dampak pandemi Covid-19. 

“Pandemi Covid-19 telah menghentikan sejumlah sektor industri. Pabrik menyetop operasionalnya dan karyawan terpaksa dirumahkan,” kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil(IKFT) Kemenperin, Muhammad Khayam di Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Dirjen IKFT memaparkan, persoalan yang saat ini dihadapi para pelaku industri tersebut, mulai dari penundaan kontrak dan pembatalan pesanan, penurunan produksi dan penjualan, hinggapermintaan yang susut.

“Bahkan, sampai ada yang terpaksa melakukan pengurangan pegawai akibatpenurunan kapasitas produksi,” ungkapnya.

Atas kondisi itu, Kemenperin mencari solusi untuk segera memperbaiki kinerja industri manufakturdi Tanah Air yang terimbas pandemi Covid-19.

Bagi sektor industri kecil menengah (IKM), kata Khayam, Kemenperin bakal melakukan program pengembangan wirausaha IKM terutama untuk pekerja korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat Covid-19.

Berikutnya, pengembangan sentra IKM yang ikut terdampak, akan dilakukan fasilitasi pemenuhan bahan baku dan bahan penolong, serta inkubator bisnis untuk pembentukan wirausaha baru IKM.

"Kemenperin juga memiliki program pengembangan produk IKM serta program restrukturisasi mesindan peralatan untuk IKM yang terdampak Covid-19,” ujarnya.

Kemudian, dalam satuan kerja Kemenperin di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya ManusiaIndustri (BPSDMI) turut memproduksi alat penanganan Covid-19 seperti hand sanitizer, disinfectantchamber, APD, face shield, dan masker. Kemenperin pun ikut mengambil peran dalam program kartuPra-Kerja dengan menggunakan skema Diklat 3 in 1.

Selain itu, ujar Khayam, di sektor industri agro, Kemenperin akan melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku, penyerapan produk serta untuk ekspor produk industri agro.

Selanjutnya, di sektor IKFT, meliputi pengadaan mesin atau peralatan peningkatan produksi bahan baku jamu atau herbal berstandar atau fitofarmaka yang berkhasiat untuk daya tahan tubuh, serta produksi antibodi dan pelega pernafasan.

Kemudian, verifikasi produsen bahan baku Alat Pelindung Diri (APD) dan bahan baku masker, serta fasilitasi supply-chain and business matching dengan produsen APD dan masker.

Di sektor industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika (ILMATE), Kemenperin melakukan fasilitasi pengembangan aplikasi pengelolaan darurat bencana atau peningkatan populasi startup company software content, memanfaatkan Alat Mekanis Multi Guna Pedesaan (AMMDes) atau yang juga dikenal dengan mobil pedesaan dalam percepatan penanganan Covid-19, serta pengadaan alat pengujian terhadap akurasi dan keandalan alat ventilator dalam rangka pembuatan prototipe ventilator.

Kemenperin juga terus mengawal percepatan pembangunan kawasan industri prioritas RPJMN 2020-2024 dalam masa pandemi dan pasca-Covid-19. kbc10

Bagikan artikel ini: