Lindungi data e-commerce, ini yang harus dilakukan pengguna

Kamis, 7 Mei 2020 | 11:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Serangan siber masih sering terjadi pada perusahaan berbasis teknologi. Keamanan siber Indonesia bahkan dinilai cukup rendah.

Indonesia berada pada peringkat 41 Global Cybersecurity Index atau Indeks Keamanan Siber Global yang dirilis oleh International Telecommunication Union (ITU). Indonesia jauh tertinggal dari negara-negara lainnya di kawasan Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Hingga saat ini Indonesia juga belum mempunyai progress pembahasan RUU Siber. 

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Ira Aprilianti mengatakan, saat ini Indonesia hanya mempunyai hukum terkait siber pada sektor pertahanan dan belum pada komersial dan penggunaan secara umum, yang juga beririsan dengan perlindungan konsumen dan perlindungan data.

“Yang harus menjadi perhatian bagi perusahaan tersebut adalah agar transparan, memberitahukan penggunanya, serta menjelaskan langkah-langkah yang akan perusahaan tersebut lakukan untuk memitigasi risiko dan langkah-langkah yang harus pengguna lakukan," katanya melalui keterangan tertulis, Rabu (6/5/2020).

Dikatakannya, pengguna harus diberikan langkah-langkah jelas oleh pengendali data misalnya agar mengubah password, melapor jika kehilangan akses, menggunakan two factor authentication, waspada pada e-mail atau SMS phising, dan menghubungi lembaga keuangan jika penyalahgunaan data keuangan terjadi.

“Sangat penting agar pengguna segera mengganti password pada platform yang mengalami kebocoran data dan e-mail yang digunakannya. Pengguna juga sebaiknya mempunyai password kuat dan berbeda di setiap platform yang digunakan," ujarnya. 

Ira menyarankan, apabila pengguna khawatir tidak mengingat semua passwordnya, disarankan untuk menggunakan aplikasi penyimpan password yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna. 

Sebelumnya, Tokopedia mengonfirmasi bahwa memang ada upaya pencurian data pengguna. 

Meski begitu, Tokopedia menyatakan, informasi penting milik pengguna, seperti password, tetap aman dan terlindungi dengan enkripsi.

Terkait kebocoran data akun 91 juta penggunanya,  e-commerce Tokopedia menyampaikan bahwa data penting yang berhubungan dengan pembayaran dipastikan tetap aman. Hal itu berlaku untuk semua metode pembayaran yang ada di platform Tokopedia. kbc10

Bagikan artikel ini: