Disnakertrans Jatim: Buruh pabrik positif COVID-19 jangan dihakimi

Kamis, 7 Mei 2020 | 16:30 WIB ET

SURABAYA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigasi Jawa Timur menyayangkan sikap masyarakat yang mengucilkan dan menjauhi pasien maupun keluarga dari buruh pabrik yang terinfeksi Coronavirus Diseases 2019 (COVID-19).

Seperti diketahui, baru-baru ini banyak buruh pabrik yang terinfeksi COVID-19, termasuk di wilayah Bekasi, Surabaya, Bandung, Banten, dan lain-lain. Faktor lingkungan, penggunaan transportasi umum, dan kontak dengan orang di luar pabrik dinilai sebagai pemicu utama penularan virus terhadap buruh pabrik.

Kenyataannya di lapangan, buruh yang positif COVID-19 beserta keluarganya diberikan stigma negatif, dijauhi, bahkan dikucilkan masyarakat. Situasi ini menyebabkan kondisi pasien dan keluarganya makin tertekan dan menanggung beban yang berat.

“Masalah yang terjadi di masyarakat sekarang meskipun area pabrik yang terpapar COVID-19 itu terpisah, masyarakat menganggap semua karyawan pabrik itu kena juga,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur Himawan Estu Bagijo. Padahal, setelah dilakukan tes tidak semua karyawan pabrik positif COVID-19.

Himawan berharap agar masyarakat dapat  memahami secara benar mengenai situasi yang menimpa buruh pabrik ini. Jangan sampai pada akhirnya ada orang-orang yang sebenarnya tidak tahu, bahkan tidak terlibat sama sekali terkait COVID-19, turut dihakimi.

“Sampoerna misalnya, mempunyai banyak lokasi pabrik dan perusahaan, jadi jangan menganggap seolah-olah semua pegawai Sampoerna itu carrier COVID-19. Itu tidak benar,” kata Himawan. 

Disnakertrans Jatim mengajak masyarakat untuk tidak mengucilkan dan menekan pasien dan keluarga buruh pabrik yang positif COVID-19. Apalagi jika ternyata pabrik tersebut sudah mematuhi seluruh protokol kesehatan untuk pencegahan COVID-19. kbc9

Bagikan artikel ini: