Penjualan apartemen di kuartal I ambruk

Jum'at, 8 Mei 2020 | 06:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 juga menghempas pasar properti khususnya hunian vertikal atau apartemen di Tanah Air sepanjang kuartal I/2020.

Coldwell Banker Commercial mencatat penjualan unit apartemen di Jabodetabek turun antara 45,1 persen hingga 75,8 persen.

Salah satu penyebab utama yang menekan permintaan adalah penyebaran wabah Covid-19 sehingga calon pembeli lebih menahan transaksi dengan adanya imbauan social distancing.

“Terlihat pengembang sudah mengerahkan beberapa strategi penjualan dan pemasaran dalam situasi ini termasuk meningkatkan dan menyediakan layanan virtual dan online,” kata Angra Angreni, Manager Research & Consultancy Coldwell Banker Commercial melalui keterangan tertulis, Kamis (7/5/2020).

Selain itu, pandemi Covid-19 juga menyebabkan beberapa pemilik proyek menunda proses konstruksinya karena terkendala pada adanya material bangunan yang harus diimpor dari negara-negara terdampak Covid-19.

“Saat ini, pembeli dengan tujuan investasi cenderung memutuskan untuk bersikap wait and see menunjukkan bahwa investasi properti bukanlah prioritas mereka pada situasi ini," jelas Angra.

Coldwell mencatat Jabodetabek mengalami penurunan permintaan bersih apatemen cukup tajam pada kuartal I/2020 dibandingkan dengan kuartal IV/2019. Permintaan apartemen di Jakarta tercatat turun 68,8 persen, Bodebek turun 75,8 persen, dan Tangerang turun 45,1 persen.

Selain itu, permintaan apartemen juga menurun di kota besar seperti Surabaya dan Denpasar yang masing-masing turun 62,4 persen dan 41,0 persen.

Sementara itu, berbanding terbalik dengan wilayah lainnya, Bandung dan Medan justru mengalami kenaikan permintaan yang cukup signifikan. Bandung mengalami kenaikan permintaan hingga 246,1 persen dan Medan mengalami kenaikan 63,8 persen.

“Pertumbuhan positif di Bandung disebabkan adanya penyerapan pada proyek baru di segmen menengah bawah yang diluncurkan pada awal 2020. Medan juga mengalami pergerakan positif karena sebagian besar didorong oleh penyerapan proyek existing dari segmen menengah atas yang berlokasi di pusat kota,” kata Angra. kbc10

Bagikan artikel ini: