Rasio kredit macet pinjol melonjak jadi 4,22 persen

Jum'at, 8 Mei 2020 | 11:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio kredit macet di fintech peer-to-peer (P2P lending) atau pinjaman online (pinjol) mencapai 4,22 persen per Maret 2020. Angka ini hampir menyentuh batas maksimal yang diizinkan yakni 5 persen.

Nilai non performing loan (NPL) atau tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) tersebut melonjak dari bulan-bulan sebelumnya pada tahun ini. Pada Januari 2020, nilainya tercatat sebesar 3,98 persen dan pada Februari 2020 menjadi 3,92 persen.

Catatan NPL industri fintech P2P lending pada 2020 bahkan menjadi yang tertinggi sejak Januari 2018. Pada tahun lalu rekor kredit macet tertinggi terjadi pada Desember 2019 sebesar 3,65 persen. Sementara NPL tertinggi tercatat terjadi pada Agustus 2018 sebesar 1,89 persen.

Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah mengatakan, pandemi Covid-19 memberikan dampak lintas sektoral. Tak terkecuali, kata dia, terhadap industri jasa keuangan seperti fintech P2P lending.

"Terjadi penurunan tingkat keberhasilan 90 hari (TKB90) menjadi 95,78 persen. Hal ini indikasinya sudah kami dapatkan dan sejalan dengan survei AFPI terhadap anggota, akan terjadi penurunan TKB90 sebagai dampak dari Covid-19," ujar Kuseryansyah, Kamis (7/5/2020).

Namun begitu, peningkatan NPL ini diyakini tidak akan mengganggu kinerja industri dan penyaluran pembiayaannya. Layanan pinjaman online tetap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan pembiayaan di masa penuh tantangan seperti saat ini.

Kuseryansyah menambahkan bahwa industri akan menjaga kualitas pembiayaan, salah satunya dengan mengoptimalkan pembiayaan kepada peminjam (borrower) eksisting. Pembiayaan produktif pun akan dioptimalkan karena dapat turut mendorong perekonomian masyarakat. kbc10

Bagikan artikel ini: