BPH Migas inginkan harga BBM turun

Jum'at, 8 Mei 2020 | 22:04 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berharap Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM).Pasalnya, harga BBM sudah mengalami penurunan sejak awal tahun.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa mengatakan Menteri ESDM memiliki kewenangan menetapkan harga BBM. Penetapan harga mengacu Mean of Platts Singapore (MOPS) yang berlaku dua tahun sebelum penetapan.

Apabila mengacu harga minyak dunia, semestinya harga BBM sudah turun.”Kalau maunya kita sesuai keadilan sosial, saat harga minyak dunia turun, harga BBM juga harus diturunkan,” tukas Fanshurullah dalam webinar di Jakarta, Jumat (8/5/2020).

Meski dia tidak menampik pemerintah memiliki berbagai pertimbangan sebelum menetapkan harga BBM.Beberapa diantaranya aspek keekonomian , aspek politik dan keamanan. Karenanya, sebelum hal itu diputuskan diperlukan kajian yang sangat mendalam agar nantinya tidak ada pihak yang dirugikan.

Sementara kondisi pelemahan harga minyak dunia, kata Fanshrullah seharus dapat dimanfaatkan PT Pertamina (Persero) untuk menambahkan pasokan crude dengan impor.Namun, pelemahan penjualan BBM Pertamina sepanjang masa PSBB membuat kapasitas penampung menjadi penuh dan mengganjal rencana tersebut berjalan mulus.

"Demand-nya turun 30-50 persen turun signifikan. Sementara kalau impor barangnya mau disimpan di mana? sudah penuh semua," ungkapnya.

Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memastikan tidak akan ada penurunan harga BBM dalam waktu dekat. Pihaknya memilih mencermati dinamika harga minyak dunia hingga Juni mendatang.

 "Kami masih mencermati perkembangan harga minyak internasional. Pada periode Mei ini adalah periode saat OPEC sudah berlakukan pemotongan produksi hariannya, kurang lebih 10 juta barrel per hari, tapi kemarin juga ada berita Rusia belum turun turun," katanya.

Arifin blak-blakan untuk sementara tidak bisa mengikuti formula harga yang baru saja ditetapkan olehnya pada Februari silam. Dalam perhitungan harga BBM pemerintah mempertimbangkan indikator penilaian produk untuk perdagangan (trading) minyak yang sebelumnya hanya menggunakan MOPS

Mengutip data Kementerian ESDM, harga ICP per April tercatat US$20,66 per barel, sementara MOPS untuk RON 92 sebesar US$19,44 per barel dan MOPS CN 48 sebesar US$28,33 per barel.

Sementara itu, untuk kurs tengah Bank Indonesia per 30 April 2020 sebesar Rp 15.867 per dolar Amerika Serikat. Kementerian ESDM mengkalkulasi, penurunan MOPS/Argus RON 92 dan CN 48 pada Maret terhadap Februari berkisar 32 persen - 44 persen, sementara April terhadap Maret berkisar 34-45%.

Di sisi lain, penurunan harga minyak mentah dunia pada Maret terdahap Febaruai berkisar 39-40%, sementara April terhadap Maret sebesar 21-45%.kbc11

Bagikan artikel ini: