Serangan siber ke UKM di Asia Tenggara kian kencang di awal tahun ini

Selasa, 12 Mei 2020 | 12:03 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Awal tahun 2020 ini rupanya menjadi waktu yang kurang bagus bagi usaha kecil dan menengah (UKM) di Asia Tenggara.

Berdasarkan statistik terbaru dari Kaspersky, di tiga bulan pertama di tahun 2020 banyak pelaku kejahatan siber membidik sektor UKM sebagai sasaran.

"Situasi finansial diiringi dengan kebutuhan mendesak untuk dapat beradaptasi dengan sistem kerja jarak jauh yang dipaksakan tanpa persiapan mumpuni nyatanya telah menempatkan keamanan TI UKM di posisi yang sulit," kata Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky, dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/5/2020).

Sistem Anti-Phishing perusahaan keamanan siber global mencegah sebanyak 834.993 upaya phishing terhadap perusahaan dengan 50-250 karyawan. Ini merupakan kenaikan 56% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dengan lebih dari 500 ribu upaya diblokir.

"Data menunjukkan upaya demikian mengalami peningkatan karena kami menemukan dan mencegah upaya phishing lebih banyak di tahun ini daripada pada 2019 lalu," kata Yeo Siang Tiong.

Phishing adalah salah satu jenis serangan rekayasa sosial yang paling fleksibel karena dapat disamarkan dengan banyak cara dan digunakan untuk tujuan yang berbeda. Serangan rekayasa sosial atau tipu daya pikiran mengeksploitasi emosi manusia untuk menipu para pengguna online.

Para pelaku kejahatan siber juga memasukkan topik dan kata kunci terkini terkait dengan Covid-19 ke dalam konten mereka, meningkatkan peluang untuk membuka tautan berbahaya yang dikirimkan pelaku. Kerusakan akibat kejahatan daring ini berkisar dari peretasan jaringan perusahaan hingga pencurian data konfidensial seperti informasi pengenal pribadi (personally identifiable information), kredensial keuangan, dan bahkan rahasia perusahaan.

Selain itu, diketahui bahwa serangan phishing, khususnya yang memiliki tautan atau lampiran berbahaya, secara populer digunakan sebagai landasan peluncuran untuk serangan yang ditargetkan pada organisasi, seperti kasus Bangladesh Bank Heist senilai US$81 juta. Dalam hal statistik per negara, keenam negara di Asia Tenggara masuk ke dalam daftar peningkatan jumlah email palsu yang diblokir oleh Kaspersky pada Q1 2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. kbc10

Bagikan artikel ini: