Bank Mandiri Region VIII siapkan uang Lebaran Rp 4,4 triliun

Jum'at, 15 Mei 2020 | 00:20 WIB ET

SURABAYA - Lebaran identik dengan uang baru dan kebutuhan uang tunai dalam jumlah besar. Untuk itu, Bank Mandiri menyiapkan dana tunai Rp 19,2 triliun, turun sebesar 24% akibat larangan mudik dan singkatnya libur lebaran tahun 2020 dibandingkan tahun sebelumnya. Selain disebabkan turunnya transaksi penarikan tunai nasabah akibat pandemi COVlD-19.

Untuk mengantisipasi kebutuhan uang tunai masyarakat Jawa Timur saja, Bank Mandiri Region VIII / Jawa 3 (Jawa Timur) menyiapkan uang tunai sebesar Rp.4,4 triliun, turun 35.29% dibandingkan prediksi kebutuhan uang tunai Ramadan dan Libur Lebaran tahun Ialu mencapai Rp.6.8 triliun.

I Gede Raka Arimbawa, Regional CEO Bank Mandiri Jawa Timur, mengatakan uang tunai tersebut dialokasikan pada mesin ATM Mandiri sebesar Rp.3,2 triliun dan Rp.1,2 triliun ditempatkan dikantor-kantor cabang Bank Mandiri diseluruh Jawa Timur. Jumlah mesin ATM yang tersebar di seluruh Jatim sendiri ada 2.219 unit, dan untuk mesin EDC ada 24.186 unit.

“Untuk kebutuhan uang Lebaran masyarakat Jatim kali ini turun 35 persen jika dibandikan momen yang sama tahun lalu. Sementara nasional juga turun 24 persen. Tahun ini secara nasional hanya disiapkan Rp19,2 triliun," ujarnya I Gede Raka Arimbawa.

Gede menambahkan bentuk dukungan kebijakan pembatasan aktivitas sosial guna memutus rantai penyebaran Covid-19, Bank Mandiri telah melakukan penutupan sementara kantor cabang sebesar 48,32 persen. Pasalnya dengan imbauan pemerintah mengurangi aktivitas di luar, berimbas kepada jumlah transaksi di cabang yang semakin menurun.

Karena itu, Gede menambahkan Bank Mandiri mengimbau nasabah aktif menggunakan layanan Mandiri Online terbaru untuk memenuhi kebutuhan transaksi keuangan termasuk melakukan transaksi pembayaran, transfer, pembayaran pajak, BPJS, telepon, kartu kredit, pembelian pulsa, pembukaan rekening deposito dan transaksi lainnya.

"Selama libur Lebaran 22 - 25 Mei, ada 15 kantor cabang kita yang masih tetap beroperasi dengan jam terbatas melayani nasabah, terutama penyetoran uang BBM, termasuk emergency call untuk membantu nasabah yang kesulitan misalnya ATMnya tertelan mesin, atau terblokir," jelasnya.

Diakui Gege, Covid-19 berdampak luas pada hampir seluruh sector. Untuk itu, Bank Mandiri melakukan restrukturisasi pinjaman untuk Small Medium Enterprise (SME) dan Usaha MIkro. Saat ini di Jatim, SME dengan limit kredit Rp 500 juta-Rp 25 miliar, sebanyak 411 nasabah yang mengajukan restrukurisasi dan sudah efektif sebanyak 300 dengan baki debet Rp 878 milar.

“Sementara untu usaha mikro dari 30 ribu yang sudah efektif 18 usaha mikro dengan tenor 6-12 bulan. Langkah ini guna meringankan beban mereka untuk bisa mengatur keuangan dampak covid-19. Selain itu, kita juga membantu usaha grosir yang selama ini mengandalkan jualan offline menjajal jualan online,” jelas Gede.

Transaksi periode bulan Februari ke Maret, trend transaksi melalui mandiri online, mandiri :internet bisnis (MIB) dan ATM mengalami peningkatan. Untuk trend mandiri online meningkat sebesar 8.36%, trend transaksi melalui MIB meningkat sebesar 2.52%, trend transaksi melalui ATM meningkat sebesar 4.10%. Khusus untuk EDC karena banyak merchant yang tutup mengakibatkan menurunnya transaksi melalui EDC sebesar 24.20%. kbc9

Bagikan artikel ini: