Pembaca media online di Asia meningkat saat pandemi Covid-19, berita ini banyak dicari

Jum'at, 15 Mei 2020 | 11:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sejak pandemi virus corona (Covid-19) merebak, sejumlah negara mengimbau masyarakatnya untuk bekerja, belajar dan beribadah di rumah. 

Selama pandemi dan lockdown berlaku, ternyata konsumsi media online di Asia mengalami peningkatan. Namun, perubahan pola penggunaan media ini terlihat jauh lebih beragam dan tidak hanya terfokus pada media hiburan.

Dilansir melalui Variety, ComScore melakukan penelitian di enam wilayah di Asia-Pasifik. Studi yang hasilnya dirilis pada Kamis (14/5/2020), ini berfokus hanya pada penggunaan di bulan Maret, ketika virus corona merupakan fenomena yang relatif baru.

Indonesia, negara dengan populasi terpadat di Asia Tenggara, dan dengan kasus virus corona pertama yang dikonfirmasi pertama kali pada 2 Maret 2020, mencatatkan peningkatan 53 persen pengunjung unik ke situs kesehatan.

Situs pendidikan mengalami peningkatan akses sebesar 28 persen jika dibandingkan dengan Februari sementara akses konten pendidikan kaum muda melonjak sebesar 246 persen. Pada saat yang sama, pencarian informasi terkait perjalanan dan maskapai jatuh sebanyak 40 persen. 

Di Hong Kong, ketika upaya pembatasan jarak mulai diperkenalkan, konsumen mencatat kenaikan kunjungan ke media digital sebesar 8 persen dalam dan peningkatan 10 persen dalam hitungan menit yang mereka habiskan pada satu situs.

Sebagai pusat keuangan Asia, berita keuangan menjadi fokus utama, dengan peningkatan 40 persen dalam hitungan menit orang membaca berita online dibandingkan dengan Februari.

Di samping itu ada peningkatan 24 persen dalam akses buku online, dan peningkatan 27 persen dalam penelitian perangkat lunak komputer.

Singapura, yang sering dibandingkan dengan Hong Kong, mengalami peningkatan konsumsi berita sebesar 10 persen, terutama untuk kategori lokal, dan bisnis dan keuangan.

Informasi tentang teknologi lebih banyak dicari selama pandemi. Tetapi pencarian kerja dan pelatihan adalah dua hal yang paling menonjol, dengan pencarian pekerjaan mencatat peningkatan lebih dari 600 persen.

Sebagai perbandingan, akses untuk konten hiburan hanya meningkat 12 persen. Di Malaysia, di mana virus corona datang lebih lambat, akses untuk konten berita di media digital berlipat ganda.

Konsumsi berita umum naik dua kali lipat. Berita politik tiga kali lipat, dibandingkan dengan era pra-pandemi pada November tahun lalu.

Pencarian konten mengenai bisnis online dan pendidikan tumbuh sebesar 53 persen menjadi 132 persen, sementara pencarian informasi kesehatan naik 23 persen dibandingkan dengan Februari.

Adapun, akses pada situs penasihat layanan keuangan mencatat kenaikan 75 persen, dibandingkan dengan Februari.

Sementara itu di Australia, pencarian berita umum meningkat 48 persen dan berita keuangan naik 76 persen jika dibandingkan dengan Februari. Setelah pemerintah setempat memberlakukan kebijakan yang ketat terkait lockdown, kunjungan ke situs informasi pemerintah naik 25 persen. 

Di sisi lain, pembatasan sosial menyebabkan penurunan pada kunjungan ke situs perjalanan, penerbangan dan hotel pada Maret turun 12 persen dari Februari. kbc10

Bagikan artikel ini: