Operasi pasar khusus gula, BULOG terapkan subsidi silang

Jum'at, 15 Mei 2020 | 17:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perum BULOG mulai melakukan operasi pasar khusus gula pasir  . Caranya dengan menggandeng pedagang eceran dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 12.500 per kilogram (kg).

Dirut Perum BULOG Budi Waseso menuturkan, pihaknya menjual gula sebesar Rp 11.000 per kg kepada pedagang eceran. Selanjutnya, pedagang harus menjual sesuai HET sebesar Rp 12.500 per kg. Sementara pedagang memperoleh margin Rp 1.500 per kg.

"Kemarin masih terjadi harga gula sampai Rp 19.000 per kg, mulai hari ini kita berharap tidak ada lagi karena BULOG menyalurkan harga gula ke pedagang eceran Rp 11.000 per kg, tapi kita juga memberikan kesempatan pedagang mendapat keuntungan, meskipun tidak banyak," kata Buwas begitu biasa disapa usai memantau kegiatan stabilisasi harga di Pasar Jatinegara, Jakarta, Jumat (15/5/2020).

Dengan menggandeng para pedagang eceran yang sudah diketahui identitasnya tersebut, Buwas optimis harga gula akan berangsur angsur turun. Menurut Buwas operasi pasar ini dengan menggandeng pedagang ini berbeda segmen pasar , selain menggunakan Rumah Pangan Kita (RPK) yang ditujukan ke wilayah pemukiman.

Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini menambahkan BULOG menerapkan subsidi silang dalam menjalankan operasi pasar khusus gula . Pasalnya, upaya stabilisasi harga pangan prioritas yang ditugaskan pemerintah meminta BULOG harus menyalurkan ke seluruh Indonesia.

Misalnya untuk menjangkau di wilayah Indonesia Timur, Buwas mengakui harus mengeluarkan biaya distribusi tidak kurang dari Rp 1.000/kg. Margin yang diperoleh operasi khusus gula di Indonesia bagian Barat ,sebagian untuk mensubsidi biaya distribusi operasi pasar khusus gula di Indonesia Timur.

Buwas juga menambahkan operasi pasar juga serentak dilaksanakan di seluruh pasar Indonesia mulai hari ini hingga Lebaran.Pada kegiatan operasi pasar tersebut, BULOG menyalurkan gula sebanyak 200 kg ke masing-masing toko. Setelah nanti stok habis, BULOG segera memasok kembali agar stok melimpah.

"Kami optimis  harga gula bisa kembali ke HET, setiap pedagang nanti kita mintakan surat pernyataannya untuk menjual maksimal seharga HET Rp 12.500 per kg dan jika ada yang melanggar, kita akan laporkan kepada Satgas Pangan," kata Buwas.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga rata-rata gula pasir nasional hingga Jumat (15/5/2020), sudah mencapai Rp 17.400 per kg. Harganya,sudah berangsur dibandingkan bulan Maret lalu, harga gula pasir sempat menyentuh harga Rp 20.000 per kg.Bahkan di beberapa titik di toko ritel modern tidak terdapat stok gula.

"Kami optimis harga gula bisa kembali ke HET, setiap pedagang nanti kita mintakan surat pernyataannya untuk menjual maksimal seharga HET Rp 12.500 per kg dan jika ada yang melanggar, kita akan laporkan kepada Satgas Pangan," kata Buwas.

Gula yang digelontorkan BULOG dalam operasi pasar ini merupakan stok dari 22.000 ton gula kristal putih yang baru saja didatangkan dari India, guna mengisi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.Impor gula tersebut baru sebagian dari izin impor yang diberikan kepada BULOG total 50.000 ton. Impor gula ini merupakan penugasan dari hasil rakortas Kemenko Perekonomian untuk stabilisasi harga gula pasir. kbc11

Bagikan artikel ini: