Solusi bisnis saat pandemi Covid-19 itu bernama teknologi

Sabtu, 16 Mei 2020 | 12:09 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Merebaknya pandemi Corona Virus atau Covid-19 telah mengubah tatanan dalam kehidupan manusia. Akibat Covid-19, masyarakat dipaksa untuk mengalihkan kegiatannya dari konvensional menjadi virtual.

Direktur Utama  PT. Tata Kreasi Indonesia, H.M. Supriyadi mengatakan, Kondisi tersebut akhirnya berdampak pada perubahan segmentasi pasar sebab konsumen sudah mulai membiasakan diri dengan apapun yang berbau digital atau teknologi.

Karena pasar sudah berubah, maka  melemahnya aktifitas ekonomi selama pandemi Covid-19 ini hanya bisa diatasi dengan teknologi, tanpa teknologi pengusaha tidak akan bisa berbuat apa-apa.

"Hanya perusahaan yang sudah menerapkan sistem digitalisasi yang mampu bertahan. Sementara perusahaan atau usaha yang tidak menerapkan sistem digital siap-siap saja gulung tikar. Dan UMKM yang sudah menggunakan teknologi  digital hanya 10 persen," ujar Supriyadi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Tetap Kadin Jatim Bidang Telekomunikasi saat acara "NgabuburIT Kadin Jatim" yang digelar tiap hari oleh Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur secara virtual, Jumat (15/5/2020).

Padahal UMKM adalah sektor yang menjadi penggerak utama ekonomi Indonesia karena jumlahnya yang cukup besar. Secara nasional, ada sekitar 90 UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia dan di Jatim ada sekitar 9,7 UMKM.

"Jadi mari bersama-sama membimbing mereka, mengajari mereka agar mereka bisa berubah, agar mereka bisa memulai menerapkan teknologi dalam bisnisnya. Minimal bisa bertahan hidup hingga Juni karena stagnasi ini saya perkirakan hanya akan bertahan sampai Juni. Masyarakat tidak akan betah untuk tetap di rumah lebih dari Juni," tegasnya.

Prediksi tersebut didasari pada lelahnya masyarakat atas ketidakjelasan kapan pembatasan aktifitas ini berakhir. Apalagi WHO juga telah mengumumkan bahwa Covid-19 tidak akan hilang dari dunia sampai vaksin ditemukan.

"Pilihannya hanya dua, kesehatan atau perut. Kalau kesehatan yang akan off seterusnya tetapi kalau yang dilihat sisi perut, pasti sebentar lagi ada kelonggaran, akan ada banyak orang yang nekat keluar beraktifitas untuk menyelamatkan perutnya. PSBB 200 kali pun tidak akan bisa menahan dan saya pastikan setelah lebaran orang sudah akan mulai bisnisnya " pungkas Supriyadi.kbc6

Bagikan artikel ini: