Dibuka untuk umum 8 Juni, Candi Borobudur terapkan new normal dan CHS

Selasa, 19 Mei 2020 | 06:13 WIB ET

YOGYAKARTA, kabarbisnis.com: Setelah ditutup selama sekitar 3 bulan akibat pandemi virus corona (Covid-19), destinasi wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Ratu Boko bakal kembali dibuka pada 8 Juni 2020 mendatang.

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) selaku pengelola bakal menerapkan protokol kesehatan dengan ketat seiring dengan dibukanya kegiatan wisata di tiga candi tersebut.

"Kami melakukan The New Normal Pariwisata," kata Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko (Persero) Edy Setijono di kawasan Candi Prambanan, Senin (18/5/2020).

The New Normal Pariwisata, menurut dia, di antaranya mensyaratkan wisatawan harus memakai masker. "Yang tidak pakai masker dilarang masuk," katanya.

Pengunjung dengan suhu tubuh di atas 37,5 derajat celcius akan diarahkan ke klinik. Pengelola juga menempatkan tempat cuci tangan beserta sabun di setiap jarak 100 meter.

Diterapkan pula visitor management yang mengatur jarak antar-individu atau physical distancing, memasang papan informasi protokol Covid-19. Termasuk menugaskan pelayan pelanggan atau customer service yang andal dan aktif mengarahkan wisatawan untuk menjalankan protokol yang sudah ditetapkan.

Pembukaan wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Ratu Boko ini juga memperhatikan imbauan dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian BUMN. Saat dibuka nanti, Taman Wisata Candi telah siap menuju The New Normal Pariwisata.

Saat ini berbagai persiapan telah dilakukan dengan memperbaiki dan meningkatkan standar kualitas pelayanan menuju pariwisata yang bersih, sehat, dan aman. Langkah itu sesuai dengan arahan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang akan menerapkan program CHS atau Cleanliness, Health, and Safety di setiap destinasi wisata.

Program CHS dianggap penting karena wabah corona telah membuat perilaku manusia berubah. Masyarakat kini lebih peduli terhadap kebersihan, kesehatan, dan keamanan termasuk saat berwisata.

Untuk mengurangi interaksi antara petugas dan wisatawan, PT Taman Wisata Candi (TWC) menerapkan pembayaran tanpa uang tunai atau cashless di sebagian loket. Di kawasan kios pedagang juga menjaga kenyamanan, kebersihan lingkungan, dan tetap menerapkan protokol Covid-19.

Sebelum resmi dibuka pada 8 Juni 2020, PT TWC akan melakukan kegiatan pre-operasional dengan mengadakan tur bersama media serta agen travel. Mereka dilibatkan untuk menyebarkan informasi perubahan yang dilakukan di dalam kawasan wisata.

"Kami berharap The New Normal Pariwisata dapat membangun kepercayaan wisatawan, sehingga dunia pariwisata dan perekonomian di kawasan ini dapat bangkit kembali," kata Edy Setijono.

Selama tiga bulan tutup, Edy mengatakan, tidak ada pemasukan sama sekali. Padahal dalam satu tahun tiga kawasan wisata candi ini ditargetkan menyumbang pendapatan hingga Rp 600 miliar. Edy berharap saat mulai beroperasi pada 8 Juni 2020 nanti, lambat laun jumlah pengunjung semakin bertambah. kbc10

Bagikan artikel ini: