Pengembang tetap ekspansi proyek properti di tengah pandemi Covid-19

Selasa, 19 Mei 2020 | 10:59 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Industri properti menjadi salah satu sektor yang terkena dampak pandemi Covid-19. Pasar produk ini cenderung mengalami penurunan akibat lesunya daya beli masyarakat.

Namun demikian, di tengah ketidakpastian ekonomi akibat virus corona atau Covid-19 tak membuat pengembang besar untuk menunda ekspansi atau kelanjutan proyek dengan segala perhitungan yang matang.

Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) Hermawan Wijaya mengakui bahwa memasuki kuartal kedua ini menjadi tantangan yang berat bagi pengembang. Namun, pihaknya sudah mengantisipasi hal tersebut.

"Kami sudah antisipasi untuk kuartal kedua karena bertepatan dengan bulan puasa, lebaran dan wabah Covid-19 yang akan menghambat penjualan. Kami harapkan wabah Covid-19 akan cepat teratasi," katanya, Senin (18/5/2020).

Dia mengatakan bahwa ekspansi proyek BSDE kemungkinan bisa dilakukan namun tergantung dari pasar dan seberapa yakinnya wabah corona akan teratasi serta ekonomi dapat pulih. Apalagi, BSDE mengejar marketing sales Rp7,20 triliun sepanjang tahun ini. 

"Persiapan (proyek) tetap kita jalankan," katanya.

Persiapan proyek juga dilakukan PT Intiland Development Tbk. Setelah meluncurkan proyek perumahan Talaga Bestari di Tangerang pada April lalu, Intiland tengah memperhitungkan perencanaan lain.

Sekretaris Perusahaan Intiland, Theresia Rustandi mengatakan bahwa ada beberapa yang sudah masuk perencanaan dalam peluncuran. "Ada beberapa di pipeline, namun kami tetap hati-hati melihat perkembangan situasi dan kondisi," kata dia.

Sementara itu, PT Alam Sutera Realty Tbk., juga terus mempersiapkan produk baru. Alam Sutera akan segera meluncurkan Elevee Penthouses & Residences, sebuah hunian apartemen premium.

Hal ini setelah Alam Sutera berhasil membukukan Rp200 miliar di proyek Elevee Promenade pada April lalu secara daring.

"Dengan keberhasilan Elevee Promenade, maka dapat terlihat bahwa pasar masih antusias untuk investasi properti sehingga dalam beberapa bulan ke depan akan meluncurkan produk lain," kata Direktur Utama Alam Sutera Group Joseph Sanusi Tjong.

Direktur Pusat Studi Properti Indonesia Panangian Simanungkalit mengatakan bahwa pengembangan proyek wajar dilakukan pengembang besar terutama perusahaan terbuka.

Namun, di saat kondisi sekarang dia menyarankan agar pengembangan tersebut lebih baik menyasar segmen pasar kelas menengah di bawah Rp1 miliar.

"Lagi pula dukungan pendanaan mereka cukup baik karena sudah melakukan IPO. Kemudian mereka juga sudah punya jaringan pembeli yang selama ini sudah percaya kepada mereka," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: