ILO: 90 Persen perusahaan di Indonesia kesulitan keuangan akibat pandemi Covid-19

Selasa, 19 Mei 2020 | 15:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi virus corona (Covid-19) telah mengganggu sektor perekonomian nasional. Bahkan berdasar survei yang dilakukan Organisasi Buruh Internasional (ILO) selama masa pandemi virus corona (Covid-19), dihasilkan bahwa dua dari tiga perusahaan di Indonesia telah menghentikan operasi usahanya, baik secara sementara maupun permanen, akibat pendapatan yang terus menurun.

Fakta lainnya, lebih dari seperempat perusahaan melaporkan kehilangan lebih dari setengah pendapatan mereka.

Laporan penelitian tersebut juga mengungkapkan, 90 persen perusahaan mengalami masalah keuangan, yang membutuhkan dukungan mendesak dari pemerintah dalam arus kas agar dapat bertahan.

Selanjutnya, sekitar 63 persen perusahaan yang disurvei telah mengurangi jumlah pekerja, dan banyak perusahaan lainnya berencana melakukan hal yang sama.

Direktur ILO untuk Indonesia Michiko Miyamoto mengatakan, wabah virus corona telah membuat banyak pekerja harus menjalani cuti atau kehilangan pekerjaan. Akibatnya, pandemi telah menghilangkan pendapatan jutaan rumah tangga yang mengancam kesejahteraan mereka.

"Kita memerlukan tindakan tripartit yang terkoordinasi untuk membantu mengurangi dampak pandemi terhadap perusahaan, pekerja dan keluarga mereka," kata Michiko Miyamoto dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2020).

Dia lantas menyoroti rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan kembali membuka perekonomian lewat skenario new normal. Perlindungan pekerja disebutnya menjadi hal yang mendesak.

Sebab menurutnya, saat ini kurang dari 40 persen perusahaan yang melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada pegawainya sebelum bekerja. Sementara lebih dari 30 persen usaha tidak dapat memastikan jarak fisik yang memadai di antara para pekerjanya.

"Hingga pengobatan dan vaksinasi tersedia, pencegahan penyebaran Covid-19 dan perlindungan pekerja dari infeksi di tempat kerja menjadi permasalahan penting. Panduan yang jelas menjadi krusial," serunya. kbc10

Bagikan artikel ini: