Bikin publik pptimistis, DPR dukung skenario new normal BUMN ala Erick Thohir

Rabu, 20 Mei 2020 | 13:27 WIB ET

SURABAYA – Anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi BUMN, Mufti Anam, mendukung Menteri BUMN Erick Thohir terus menuntaskan penyiapan skenario new normal atau yang dikerangkai dengan gerakan #CovidSafe BUMN. Skenario itu telah menumbuhkan optimisme publik di tengah situasi ekonomi yang sulit saat ini.

”Mulai sekarang, kita tidak perlu mendikotomikan penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi. Dua hal itu bukan saling meniadakan, karena protokol kesehatan digunakan untuk menopang produktivitas ekonomi. Kita harus siap masuk new normal, aman dari Covid-19 dan tetap produktif, termasuk di lingkungan BUMN” ujar Mufti Anam, Selasa (19/5/2020).

Menurut Mufti, setelah skenario new normal BUMN muncul, publik bereaksi positif. Terbukti, pasar keuangan menyambut positif, termasuk di pasar surat berharga negara, di mana modal kembali mengalir ke pasar obligasi negara. Skenario new normal BUMN ala Erick Thohir menjadi stimulus bagi pelaku ekonomi untuk kembali optimistis.

”Optimisme ini penting untuk membangun kesadaran bahwa new normal akan segera tiba, era ketika kita kembali produktif sekaligus tetap menghindari Covid-19. Tinggal waktunya menunggu komando pemerintah terkait PSBB, terkait kajian epidemiologi di masing-masing daerah tempat BUMN beroperasi,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

”Optimisme itu tak ternilai harganya dalam membangun pergerakan ekonomi. Makanya kami dukung Pak Erick terus menyiapkan new normal BUMN,” imbuh Mufti.

Oleh karena itu, Kementerian BUMN perlu menuntaskan konsolidasi kesiapan SDM, metode operasional, teknologi produksi, pengelolaan hubungan dengan konsumen dan mitra kerja dalam waktu dekat ini.

”Penuntasan konsolidasi new normal ini penting agar BUMN sebagai lokomotif ekonomi nasional langsung nge-gas ketika pelonggaran-pelonggaran diputuskan pemerintah,” ujarnya.

Mufti menyinggung pentingnya skenario new normal BUMN yang berdampak positif pada pengelolaan kesehatan karyawan hingga pergerakan ekonomi masyarakat.

”Saya optimistis, jika diterapkan penuh kedisiplinan, protokol kesehatan di BUMN menyambut new normal akan menjadi gaya hidup baru yang meningkatkan kualitas kesehatan jutaan orang dalam ekosistem bisnis BUMN,” ujarnya.

”Selain jangka pendek terhindar dari Covid-19, secara jangka menengah-panjang skenario #CovidSafe BUMN berdampak pada kualitas kesehatan jutaan orang di ekosistem BUMN. Kalau makin sehat, maka makin produktif, ujungnya kinerja BUMN meningkat,” imbuhnya.

Skenario new normal BUMN juga berdampak positif ke ekonomi. ”Rencana-rencana bisnis BUMN bisa dieksekusi dengan lebih cepat, yang tentu ikut memulihkan ekonomi,” ujarnya.

Selain itu, new normal BUMN juga akan berdampak langsung ke ekonomi rakyat kecil. Permintaan barang dan jasa pasti ikut terkerek jika skenario new normal BUMN sudah dijalankan.

”Meskipun dalam new normal itu interaksi fisik berkurang, tetap akan memulihkan permintaan barang dan jasa masyarakat karena intensitas bisnis BUMN bergerak lebih cepat ketimbang WFH penuh saat pandemi. Orang butuh transportasi, beli makan-minum, laundry baju kerja, dan sebagainya,” ujarnya.

Bagikan artikel ini: