Potensi penjualan bansos Covid-19 BULOG capai Rp1,4 triliun

Rabu, 20 Mei 2020 | 16:52 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sejak pemerintah Indonesia menetapkan status tanggap darutat pandemi virus corona (Covid-19) di awal Maret 2020 lalu membuat permintaan akan bahan pangan mengalami peningkatan. Manajemen Perum BULOG mencatat situasi ini berkontribusi terhadap potensi penjualan sebesar Rp 1,4 triliun.

Dirut Operasional dan Pelayanan Publik Perum BULOG Tri Wahyudi Publik mengatakan, perusahaan memperoleh pemesanan paket pangan terdampak covid 19 baik Pemerintah Daerah, kementerian/lembaga , Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta swasta. Paket bantuan pangan yang dipesan sebesar 1.933.900 item dengan potensi sebesar Rp 1,4 triliun.

Menurutnya sebesar 83 % komoditi pangan yang dijajakan berupa sarden,teh, kecap dan lainnya. Kemudian beras 13%, gula 2% dan minyak goreng 0,33% serta tepung terigu 1%.

"Sejak Februari–April 2020, sejak pademi covid 19 ini terdapat penjualan yang luar biasa .Konsentrasi masyarakat tertuju ke bahan pangan pokok. BULOG menyediakan 100 item komoditas pangan. Permintaan mulai melandai di bulan Mei , karena kebutuhan mulai bergeser ke non pangan dan masyarakat dihadapkan pilihan dari Bantuan Pangan Tunai," tukas Tri Wahyudi dalam diskusi virtual di Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Tri Wahyudi menambahkan, BULOG terus melakukan modifikasi aktifitas bisnis agar dapat mengikuti dinamika lingkungan yang terus berubah.Pasalnya, sekitar 85 % pendapatan perusahaan yakni subsidi pemerintah berupa penugasan serapan gabah sudah dihapus.

Meski begitu menurut Tri Wahyudi, perusahaan tetap mengedepankan nilai tambah dalam menjalankan penugasan pemerintah. Dalam paket bantuan sosial terdampak Covid 19, selama empat bulan BULOG telah menyalurkan beras sebesar 7.874.875 kilogram (kg). "Kita pergunakan beras premium, walau dari Cadangan Beras Pemerintah," kata Tri Wahyudi.

Atas hal itu, pihaknya telah mengembangkan toko on line iPanganDot.com juga melalui e-martketplace sejak Agustus 2019 di Kelapa Gading, Jakarta . Kini , iPanganDot.com sudah beroperasi berada di tujuh provinsi.

"Kontribusi terbesar masih di Jabodetabek. Kita terus mengevaluasi bagaimana kinerjanya. Berikutnya kita punya rencana membangun toko on line iPanganDot.Com di 15 provinsi ," terangnya.

Dengan ditopang sumber daya manusia yang rerata milineal dan ditopang infrastruktur membuat pihaknya memproyeksikan dapat memperoleh penjualan di semester pertama sebesar Rp 16 triliun. Tri Wahyudi meyakini sektor pangan menjadi kebutuhan prioritas dan saling keterkaitan semua sektor lainnya.kbc11

Bagikan artikel ini: