Pendapatan Cukai capai Rp57,7 triliun per April 2020, ini penopangnya

Kamis, 21 Mei 2020 | 06:10 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaan Bea dan Cukai hingga APril 2020 mencapai Rp57,7 triliun. Angka tersebut sekitar 27,7 persen dari target yang ditetapkan pemerintah atau tumbuh sekitar 16,7 persen dibanding tahun lalu.

"Penerimaan Bea Cukai, realisasi Rp57,66 triliun ini 27,7 persen dari target APBN sesuai dengan Perpres 54 2020," kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara  dalam diskusi virtual di Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Pertumbuhan penerimaan cukai tahun ini sebagian besar disumbang oleh cukai tembakau. Cukai tembakau tercatat meningkat sebesar 25,08 persen. "Ini pertumbuhannya didorong oleh penerimaan dari cukai khususnya hasil tembakau meningkat 25,08 persen," jelasnya.

Sementara itu, bea masuk per kategori lapangan usaha, peningkatan bea masuk terjadi di sektor industri pengolahan, transportasi perusahaan logistik, pertanian. Di sisi lain penurunan bea masuk terjadi di perdagangan besar dan eceran, sektor pertambangan.

"Turun untuk alat angkut dan alat tambang, penerimaan bea masuk listrik juga menurun. Kalau bea keluar tekanan paling besar pertambangan itu share cukup tinggi 56 persen dari bea keluar," jelasnya.

Secara keseluruhan sektor yang tumbuh negatif adalah pertambangan karena larangan ekspor nikel. "Satu-satunya sektor alami growth negatif akibat turun produksi tembaga dan larangan ekspor nikel. sektor lain masih jalan," tandasnya.

Sementara untuk penerimaan pajak hingga April 2020, Kemenkeu mencatat sebesar Rp376,7 triliun. Angka ini tumbuh minus 3,1 persen dibandingkan periode yang sama di 2019 yang sebesar Rp 388,7 triliun.

"Penerimaan pajak -3,1 triliun dibanding tahun lalu. Per April 2020 (penerimaan) terkumpul Rp376,7 triliun," kata Suahasil.

Dia menjelaskan, untuk PPh migas, realisasi sampai dengan April 2020 terkumpul sebesar Rp15,0 atau setara dengan 34,3 persen dari RAPBN 2020 yang sebesar Rp43,7 triliun.

Namun realisasi PPh migas pada April kali ini tercatat minus 32,3 persen dibandingkan posisi periode sama tahun lalu yang sebesar Rp22,2 triliun.

"PPh migas dengan penurunan harga migas cukup dalam, PPh migas terkontraksi 32,3 persen dibanding tahun lalu,," kata dia.

Sementara itu, untuk kategori pajak nonmigas, hingga April 2020 telah mencapai Rp361,7 triliun atau setara dengan 29,9 persen dari target dalam RAPBN 2020 sebesar Rp1.210.4 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: