Ada pandemi Covid-19, transaksi uang elektronik melonjak 67,9 persen

Jum'at, 22 Mei 2020 | 06:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi uang elektronik pada Maret 2020 tetap tumbuh tinggi yakni 67,9 persen dibanding periode sama tahun lalu (year on year/yoy).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, volume transaksi digital banking juga tumbuh lebih cepat mencapai 60,8 persen yoy.

"Kelancaran sistem pembayaran baik tunai maupun nontunai tetap terjaga," ujarnya, baru-baru ini.

Sementara, pertumbuhan uang kartal yang diedarkan tercatat melambat menjadi 6,3 persen yoy dipengaruhi strategi bank yang menyimpan lebih sedikit persediaan uang kartal.

"Secara keseluruhan transaksi nontunai menggunakan ATM, kartu debit, kartu kredit, dan uang elektronik pada Maret 2020 menurun 4,7 persen yoy, sejalan melambatnya aktivitas ekonomi," kata Perry.

Dia menilai, kedua perkembangan yakni uang elektronik dan kartal ini dipengaruhi meningkatnya transaksi ekonomi dan keuangan digital di era pandemi Covid-19.

"Ke depan, Bank Indonesia terus meningkatkan peran sistem pembayaran dalam mendukung upaya pemulihan ekonomi di periode pandemi Covid-19," ujarnya.

Untuk itu, Bank Indonesia terus mendorong digitalisasi layanan keuangan dengan memperluas akses dan literasi keuangan melalui pembayaran digital, termasuk kelanjutan dukungan BI pada penyaluran program bansos non tunai. kbc10

Bagikan artikel ini: