Masuki ekonomi digital, pendapatan IOT di 2020 diprediksi capai US$ 7,1 triliun

Jum'at, 22 Mei 2020 | 17:28 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pengembangan internet of things (IoT) terus didorong pemerintah guna mencapai implementasi industri 4.0. Hal ini sejalan dengan skema "The New Normal" yang akan segera diterapkan oleh pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang diprediksi WHO tidak akan hilang dari muka bumi.

Dampak positifnya, industri IOT semakin melejit. Jika pada tahun 2019 peredarannya hanya mencapai 9,1 miliar unit IOT, maka di 2020 diperkirakan bakal tembus diangka 28,1 miliar unit.

"Pertumbuhannya sangat tinggi, untuk pertumbuhan pendapatan bisnis ini diprediksi akan melejit, dari US$ 1,9 triliun pada tahun 2013 menjadi US$ 7,1 triliun di 2020. Dan Indonesia, rencananya akan bertransformasi menjadi ekosistem bisnis IoT bernilai Rp 444 triliun pada 2022 nanti," ujar CEO PT. Sukses Digital Marketing, Okky Tri Hutomo yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur dalam acara "NgabuburIT Kadin Jatim yang digelar secara virtual, kemarin.

Lebih lanjut Okky mengatakan bahwa IOT adalah suatu konsep dimana objek tertentu punya kemampuan untuk mentransfer data lewat jaringan tanpa memerlukan adanya interaksi dari manusia ke manusia ataupun dari manusia ke perangkat komputer. Hal ini akan sangat meminimalisir pertemuan manusia dengan manusia sehingga penyebaran Covid-19 bisa diminimalisir.

Di Indonesia, IOT sudah diterapkan di banyak hal, diantaranya smart home, smart city, smart phone, dalam bidang kesehatan, bidang hasa pengiriman, bidang pertanian dan manufaktur.

"Smart home misalnya, IOT akan mempermudah dan meningkatkan sistem keamanan di pos penjagaan. Disisi lain, penerapan IOT ini juga akan menimbilkan efisiensi energi, diantaranya dalam penggunaan AC dan lampu karena bisa dikontrol dan matikannya secara otomatis," ujarnya.

Di bidang kesehatan, operasi atau pengobatan yang lain akhirnya bisa dilaksanakan dengan jarak jauh. Analisa atau diagnosa penyakit serta melakukan tindakan medis bisa dilakukan dengan jarak jauh. "Dan ini juga bisa meminimalisir kekurangan tenaga medis di suatu daerah," tegas Okky.

Sementara penerapannya dalam bidang agriculture atau pertanian juga sangat mendukung. Karena teknologi ini bia diterpakan pada mesin operasional pertanian, monitoring ladang dengan mengunakan stone, mengontrol managemen air dan lain sebagainya. Dengan penerapan IOT di pertanian, pastinya akan berdampak pada peningkatan kualitas dan kapasitas produksi pertanian di masa mendatang.

Kemanfaatan yang besar juga akan dirasakan ketika IOT diterapkan pada sektor manufaktur. Menurut Okky, ada banyak hal yang bisa didapatkan, diantaranya bisa meminimalisir biaya produksi, peningkatan kapasitas dan kualitas produksi, peningkatan kecepatan produksi, percepatan keandalan serta ketepatan prediksi dan analisa data dan lokasi. kbc6

Bagikan artikel ini: