Startup ini bantu pedagang daerah go digital di tengah pandemi Covid-19

Selasa, 26 Mei 2020 | 11:36 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pandemi corona atau Covid-19 membuat sebagian masyarakat memutar otak untuk berkreasi agar tetap mendapatkan cuan. Pasalnya, wabah tersebut mengakibatkan macetnya roda perekonomian, utamanya bagi pegiat ekonomi kecil dan masyarakat di daerah.

Meski pemerintah telah upayakan berbagai stimulus untuk membantu masyarakat terdampak, namun tak jarang dalam realisasinya ke daerah mengalami hambatan. Sehingga menjadi kurang efektif untuk diandalkan dalam situasi darurat atau secepatnya.

Untuk itu, Pipink, salah satu warga Madiun menginisiasi BakulanAe, sebuah platform digital berbasis website yang memperjualbelikan barang-barang, utamanya sembako, di daerah Madiun.

"Berawal dari saya sendiri, selain bekerja di kantor juga jualan beras. Disaat pandemi seperti ini, saya malah memikirkan pedagang dan petani lainnya yang mungkin masih belum paham betul teknologi, jangankan memasarkan dagangannya via online, terkadang WA saja masih ada yang belum punya," ujarnya  seperti dikutip, Senin (25/5/2020).

Bersama 3 rekannya dalam satu tim, Yohan di bagian IT, Galuh sebagai bendahara, dan Giza sebagai Kurir, Pipink sengaja mendatangi para pedagang yang belum paham teknologi untuk menawarkan kerjasama dalam menjualkan dagangannya.

"Kami mendata per Kecamatan. Tapi BakulanAe ini juga terbuka buat para pelaku usaha yang sudah paham IT juga,"

"Intinya, BakulanAe ini menjadi wadah bagi pedagang dan konsumen untuk melakukan transaksi jual beli. Marketplace lokalan Madiun lah istilah ndek-ndekan nya," Imbuhnya.

Platform ini, kata Pipink, memang diprioritaskan untuk masyarakat Madiun dan sekitarnya. Menurutnya, jika roda perekonomian lokal bisa berjalan dengan baik, maka BakulanAe diharapkan juga bisa berkontribusi untuk kemajuan wilayah Madiun.

"Terutama untuk para pedagang kecil, pelaku usaha, UMKM-nya Madiun bisa terangkat ekonominya. Juga, bagi kami tim BakulanAe, ini memudahkan dalam pendistribusian barang,"

Meski sekarang marak sekali marketplace, Pipink meyadari bahwa hal-hal semacam itu belum terpikirkan oleh pedagang yang masih sangat konvensional dalam menawarkan dagangannya, terutama petani.

Pada awal dilaunching pada Minggu pekan lalu, BakulanAe mencatat ada sekitar 30 penjual yang sudah mendaftar serta sudah terjadi transaksi sebanyak 4 kali smpi dengan hari ini.

"Saat ini sudah ada sekitar 30-an penjual yang mendaftar dluar pendataan kami. Artinya mereka mendaftar sendiri atas inisiatif mereka sendiri. Sedang pedagang yang kami data untuk kami bantu mendaftar masih dalam proses memasukkan data,"

BakulanAe dapat diakses melalui laman BakulanAe.com. Pada laman utamanya, terdapat pilihan, apakah akan meneruskan sebagai penjual atau pembeli.

Selanjutnya, tinggal mengikuti arahan dari laman tersebut. Seluruh penjelasan tata cara pendaftaran, baik untuk penjual maupun pembeli terpampang disana. kbc10

Bagikan artikel ini: